Ekonomi Syariah, Jalan Sufi Atasi Masalah Utama Ekonomi

Distribusi harta adil jadi kunci kesejahteraan dalam pandangan ekonomi Islam

Membicarakan jurang ketimpangan ekonomi di Indonesia yang semakin menganga hanya dapat dipahami jika kita menelusuri masalah utamanya. Dalam pandangan Islam, masalah utama ekonomi adalah bagaimana menjamin berputarnya harta di antara manusia.

Berbeda dengan perspektif ekonomi konvensional yang menyatakan bahwa masalah ekonomi adalah kelangkaan sumber daya (scarcity). Allah Swt berfirman:

كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ

“… supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian.” (QS. Al-Hasyr: 7).

Ketika harta terdistribusi pada seluruh manusia, maka ia dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai ‘abdullah (hamba Allah) dan juga menjalankan perannya sebagai khalifah fil ardhi (pemimpin di bumi) demi mencapai falah (kesejahteraan) baik di dunia maupun di akhirat.

Baca juga: Kiai Wahfi Ajak Aktivis Tarekat Kaji dan Kembangkan Ekonomi Syariah

Karena masalah ekonomi adalah terkait dengan adanya keadilan distribusi harta pada semua golongan, maka masalah ekonomi bukanlah masalah individual semata, melainkan masalah kolektif yang harus dipecahkan dan dicari jalan keluarnya bersama-sama, perlu kesadaran berjamaah dan aksi bersama.

Muncul pertanyaan, mengapa masalah utama dalam perspektif ekonomi syariah adalah masalah berputarnya ekonomi atau mengalirnya harta?


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi