Ekonomi Syariah, Jalan Sufi Atasi Masalah Utama Ekonomi

Distribusi harta adil jadi kunci kesejahteraan dalam pandangan ekonomi Islam

Pelarangan riba dan maisir (judi/spekulasi) mencegah terjadinya penumpukan dan misalokasi sumber daya sekaligus mendorong aktivitas jual beli dan investasi. Hal ini akan mendorong aktivitas ekonomi produktif dan menjaga keterkaitan antara sektor keuangan dan sektor riil, ada stabilitas sistem ekonomi dan keuangan.

Dengan adanya aktivitas ekonomi halal, yang bahan, proses, dan produknya sesuai syariah maka akan menjaga sektor produksi yang ramah, baik ramah sosial maupun ramah lingkungan. Ekonomi syariah yang penuh dengan etika ini akan mendorong lingkungan produksi yang kondusif dan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economy).

Jika zakat, dan pelarangan riba dan spekulasi bersifat wajib, maka di sisi lain ada anjuran syariat seperti infaq, sedekah, dan wakaf. Esensi dari ketiganya yang merupakan instrumen dari Islamic social finance atau keuangan sosial ini juga sama, yakni agar harta berputar dan mengalir, mendorong aktivitas usaha, sehingga masyarakat punya daya beli.

Ekonomi Instrumen untuk Beribadah kepada Allah

Manusia tidak diciptakan kecuali untuk beribadah, artinya keseluruhan hidupnya untuk beribadah.

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. [Surat Adz-Dzariyat: 56]

Ibadah secara garis besar ada yang bersifat ritual hubungan langsung dengan Allah Swt dan yang bersifat muamalah, hubungan dengan sesama manusia dalam keseharian. Shalat sebagai ibadah ritual dalam sehari semalam tidaklah lama, dan yang mendominasi sebagian besar waktu ialah dalam aspek ibadah yang sifatnya muamalah, seperti melakukan transaksi, bisnis dan bekerja.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi