Ekonomi Syariah, Jalan Sufi Atasi Masalah Utama Ekonomi

Distribusi harta adil jadi kunci kesejahteraan dalam pandangan ekonomi Islam

Bahkan Rasulullah Saw mengaitkan harta dengan kualitas keimanan seseorang.

ليسَ المؤمنُ الَّذي يشبَعُ وجارُهُ جائعٌ إلى جنبِهِ

Bukanlah seorang mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan. (HR. Bukhari)

Ketika harta tidak digunakan pada hal yang semestinya, maka ia dikecam oleh Al Quran sebagai pendusta agama.

أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? [Surat Al-Ma’un: 1]

فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱلۡيَتِيمَ

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, [Surat Al-Ma’un: 2]

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ

dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. [Surat Al-Ma’un: 3]

Zakat yang diambil dari harta yang halal akan menjaga tingkat keterlibatan ekonomi. Larangan riba dan maisir akan memelihara tingkat kesempatan masyarakat untuk beraktivitas ekonomi. Sedangkan halal product akan menghidupkan industri halal yang berkelanjutan. Sedangkan infak, sedekah, dan wakaf akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara demand dan supply, dan jadi instrumen distribusi kekayaan dan pendapatan. Sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi menuju kesejahteraan lahir dan batin.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi