LDTQN Rilis Surat Terkait Dinamika Ikhwan TQN Pontren Suryalaya

Ditujukan kepada Ketua LDTQN Pontren Suryalaya Daerah agar bisa disosialisasikan

Lembaga Dakwah TQN Pontren Suryalaya (LDTQN) merilis surat dengan nomor 003/B-LDTQN/PPS/1/2023 perihal sikap terhadap dinamika yang terjadi di lingkungan Ikhwan TQN Pontren Suryalaya.

Isi surat berisi mulai dari peran dan kedudukan LDTQN, kebebasan penyaluran aspirasi politik, serta larangan menggunakan atribut atau pun simbol TQN Pontren Suryalaya bagi yang mengaku Mursyid pelanjut Pangersa Abah Anom dan Badal Talqin karena bukan bagian dari Pontren Suryalaya, serta sikap Ikhwan menyikapi dinamika tersebut.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Dr. Muhamad Kodir, M.Si. (NA. 3704201400006) dan Sekretaris Jenderal, Nana Yusen, M.Sos. (NA. 3704201400007) ditujukan kepada Ketua LDTQN Pontren Suryalaya Daerah agar bisa disosialisasikan. Berikut ini isi surat tersebut:

Baca juga: LDTQN Tegaskan Badal Talqin Bukan Bagian Dari TQN Pontren Suryalaya

Assalamu’alaikum wr. wb.

Seraya memuji dan bersyukur kehadirat Allah Swt mari kita haturkan shalawat dan salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad Saw dan semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Swt, aamin. Selanjutnya terkait adanya dinamika di berbagai daerah yang membuat sebagian ikhwan meminta adanya penjelasan terkait dinamika tersebut, maka kepada Para Ketua LDTON daerah agar menyampaikan hal-hal berikut ini:

1. Pengemban Amanah yang pada waktu itu juga sekaligus sebagai Ketua Majelis Pembina YSB, dalam sambutannya (resmi ditandatangani oleh Beliau dan menggunakan kop surat YSB pada saat acara pengukuhan pengurus LDTQN Pusat tanggal 7 Agustus 2014) menyatakan bahwa LDTQN merupakan tumpuan harapan besar Pondok Pesantren Suryalaya untuk melakukan syiar/dakwah TQN Pontren Suryalaya di mana di dalamnya terdapat tugas penertiban dan pembinaan para ikhwan.

2. Terkait adanya pihak yang mengklaim bahwa Pangersa Abah Anom mengarahkan para ikhwan untuk menyalurkan aspirasi politiknya sekarang ini kepada calon presiden tertentu, hal itu sangat tidak benar. Tentang penyaluran aspirasi politik seperti ini, Pontren Suryalaya bersikap terbuka.

Baca juga: Keistimewaan Guru Mursyid Bagi Murid-muridnya

3. Terkait adanya pihak yang mensosialisasikan bahwa para Wakil Talqin Pangersa Abah Anom sudah menjadi Mursyid TQN Suryalaya pelanjut Pangersa Abah Anom, dan mengangkat para Wakil Talqin (badal talqin) baru, hal itu tidak sesuai dengan pendapat Pontren Suryalaya. Sehingga bisa dikatakan bahwa mereka bukan bagian dari Pontren Suryalaya.

4. Bagi mereka yang menginginkan untuk menjadi pelanjut Pangersa Abah Anom, hal ini dipersilahkan. Kami hanya mengingatkan akan kemungkinan hilangnya khidmat kepada Pangersa Abah Anom, sebagaimana hal ini pernah dikemukakan oleh Pangersa Akeh (KH. Rd. Abdullah Syarif) ketika banyak pihak yang meminta Beliau menjadi pelanjut Pangersa Abah Anom.

5. Perlu juga diketahui, bahwa sejak tahun 2016, ada Wakil Talqin Pangersa Abah Anom yang sudah mengangkat Wakil Talqin (tetapi tidak berani secara terbuka mengaku Mursyid). Ketika oleh pengurus LDTQN Pusat dikonfirmasi, tidak menjawab secara jelas. Bahkan Wakil Talqin tersebut berusaha keras mengkondisikan agar langkahnya itu kemudian dilegitimasi/disahkan oleh pihak dari Suryalaya (hal ini sempat membuat kondisi di Suryalaya sedikit terganggu). Dan ia selalu memainkan peran sebagai pihak yang didzolimi (playing victim). Usahanya untuk mendapatkan pengakuan/ pengesahan terhadap pendapatnya tentang pengangkatan Wakil Talqin oleh Wakil Talqin, cukup mempengaruhi sebagian kecil Wakil Talqin Pangersa Abah Anom. Namun alhamdulillah seluruh Keluarga Besar Pontren Suryalaya, mayoritas para Wakil Talqin, para mubaligh, tokoh dan para ikhwan baik di pusat, daerah dan luar negeri, tetap ikut kepada pendapat resmi Pontren Suryalaya.

Baca juga: Apa Saja Ciri-ciri Mursyid Kamil Mukammil

6. Kepada pihak-pihak sebagaimana dimaksud pada poin 3 dan 4 di atas, Pontren Suryalaya tidak pernah melarangnya. Silahkan saja untuk berpendapat seperti itu. Tetapi janganlah menggunakan atau mengklaim sebagai bagian dari Pontren Suryalaya. Juga sebaiknya tidak memaksakan pendapatnya kepada kami dan para Ikhwan TQN Suryalaya lainnya yang tidak sependapat tentang hal dimaksud.

7. Kepada pihak yang bukan bagian dari Pontren Suryalaya (termasuk yang dimaksud pada poin 3 dan 4 diatas), yang masih menggunakan embel-embel atau simbol-simbol Pontren Suryalaya (foto, logo, nama, dll.), tentu kita perlu mengingatkan mereka, bahwa mereka tidak berhak menggunakan simbol-simbol tersebut. Tetapi cara kita mengingatkannya harus dengan cara yang baik, sesuai aturan dan memperhatikan isi dari ijmak Para Wakil Talqin.

Demikianlah hal-hal yang perlu diketahui. Selanjutnya kepada para ikhwan TQN Suryalaya dihimbau agar tetap tenang dan tetap fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas amaliyah kita terutama dzikir, khotaman dan manakiban.

Baca juga: Kiai Athorid Siraj: Inti Thariqah Adalah Mursyid

Demikian surat ini disampaikan, terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Surat ini juga ditembuskan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, Ketua Dewan Pembina LDTQN Pontren Suryalaya, Ketua Umum YSB Pontren Suryalaya, Ketua Umum GM Pontren Suryalaya, dan Ketua Umum IBU BELLA Pontren Suryalaya. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi