Kekuatan Jujur, Belajar dari Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani
Semakin baik kualitas ketakwaan seseorang maka akan semakin jujur seseorang
Singkat cerita, pada saat dia akan melaksanakan maksiat, terbesitlah pesan Rasulullah Saw. Tentang jujur dan jangan bohong. Kalau saya melakukan maksiat, lalu Rasulullah Saw bertanya, apakah hari ini kamu berbuat maksiat? Kalau menjawab iya, berarti saya berbuat maksiat, kalau menjawab tidak, berarti saya telah berbohong kepada Rasulullah Saw. Akhirnya pemuda itu tidak mampu menahan diri untuk tidak melakukan maksiat.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa perilaku jujur mampu mencegah seseorang untuk berbuat maksiat. Jujur pula mampu memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan.
Dalam manakibnya tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs dikisahkan, pada saat beliau hendak pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu, beliau diberi bekal oleh ibunya sebanyak 40 dinar. Kalau dikonversikan ke nilai rupiah saat ini, 1 dinar emas senilai Rp 3.307.004, 40 dinar berarti senilai Rp 132.280.160. Sebuah nilai uang yang luar biasa. Setelah mendapat izin dan meminta restu dari ibunya, beliau berangkat ke Baghdad dengan rombongan yang mau ke Baghdad.
Baca juga: Syekh Abdul Qadir Al Jailani Gemar Memberi Makan
Di tengah perjalanan, tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs dan rombongan dihadang 40 orang perampok yang dilengkapi dengan senjata. Setiap orang ditanyai bawaannya oleh perampok tersebut.
Pada saat sampai giliran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs, salah seorang perampok bertanya, “Hai…kamu punya apa?”
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs menjawab, “Saya punya 40 dinar, disimpan di bawah ketiakku.” Rampok pun tidak percaya. Masa orang seperti ini punya uang 40 dinar. Lalu ditanya lagi oleh perampok lainnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

