Kekuatan Jujur, Belajar dari Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani

Semakin baik kualitas ketakwaan seseorang maka akan semakin jujur seseorang

Tuan Syekh Abdul Qadir pun menjawab seperti tadi, namun perampok yang ini pun tidak percaya. Akhirnya, tuan Syekh Abdul Qadir dibawa ke hadapan kepala rampok. Oleh kepala rampok ditanya, “Kamu punya apa?”

“Aku punya 40 dinar, jawab tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs. Dinar itu dijahit di bawah ketiakku. Kalau tidak percaya, mari kita buktikan.” Kemudian tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs membuka bajunya, lalu membuka bawaannya dan menghitung dinarnya di hadapan kepala rampok dan anak buahnya.

Sejenak kepala rampok tersebut tercengang, seolah-oleh dia tidak percaya. Lalu dia bertanya, “Apa yang menjadi alasan kamu menyampaikan hal sebenarnya kepada kami? Padahal orang lain yang hanya membawa bawaan sedikit tidak jujur kepada kami? Sementara anda yang membawa bekal yang begitu banyak jujur kepada kami?”

Baca juga: Tiga Syarat Bertobat Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jilani

Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjawab, “Saya berkata jujur dan berkata apa adanya, karena saya ingat wasiat ibuku. Beliau pernah berwasiat harus jujur.”

Mendengar jawaban tersebut, kepala rampok pun menangis, benar-benar menangis, lalu dia berkata, “Dalam kondisi yang sangat genting dan berbahaya seperti ini, saudara tidak berani melanggar wasiat dan perintah orang tua, sementara saya sudah beberapa tahun pekerjaannya hanya melanggar perintah Allah Swt, betapa marahnya Allah kepadaku. Oleh karena itu, saksikan oleh saudara, saya bertobat kepada Allah di hadapan saudara.”

Akhirnya, melalui sifat jujur yang dimiliki tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani qs, kepala rampok dan anak buahnya bertobat dan masuk Islam.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi