Kekuatan Jujur, Belajar dari Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani
Semakin baik kualitas ketakwaan seseorang maka akan semakin jujur seseorang
Dari dua kisah tersebut di atas, menguatkan bahwa sikap jujur itu penting. Melalui sikap jujur yang kita miliki, akan mendekatkan diri kepada surga-Nya Allah Swt. Melalui kejujuran, akan mampu merubah perilaku orang lain, dan melalui sikap jujur pula akan menjadi media dakwah yang efektif dan efisien. Dalam haditsnya, Rasulullah Saw bersabda,
“Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur dan selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta dan selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar, Abdullah bin Asy Syikhkhir dan Ibnu Umar. Abu Isa berkata; Ini adalah hadits Hasan Shahih. (Hr. Tirmidzi).
Baca juga: Syekh Abdul Qadir Al Jilani: Pentingnya Ketahanan Pangan
Sifat jujur (As shidq) akan terlahir dari kebersihan hati. Sedangkan sifat bohong terlahir dari kekotoran hati. Bagaimana agar terwujud kebersihan hati? Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu itu ada alat pembersihnya, dan pembersih hati adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah.”
Mari kita bersama miliki sifat jujur dan menghindari sifat dan kebiasaan bohong. Karena kebohongan akan sangat merugikan baik untuk diri sendiri maupun masyarakat secara luas. Jadilah orang-orang yang jujur, kalaupun belum bisa jujur, bersama dengan orang-orang yang telah memiliki sifat jujur. Wallahu’alam. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

