Empat Jenis Riyadhah dalam TQN Pontren Suryalaya

Sesungguhnya Mujahadah adalah salah satu pokok dalam menempuh jalan kesufian

Sehingga dapat dikatakan bahwa tazkiyatun nafsi adalah kesatuan dari tiga proses berikut ini: “Membersihkan diri dari kotoran-kotoran jiwa (takhallī), menghiasi diri dengan keutamaan-keutamaan (tahallī), kemudian jelas dzat yang maha agung, ma’rifatullah (tajallī).”

Khataman merupakan riyadhah ruhani mingguan, kata khataman berasal dari kata “khatama-yakhtumu-khatman” artinya selesai atau menyelesaikan. Di beberapa kemursyidan kegiatan khataman disebut dengan istilah khusúsiyah atau tawajjuhan, tetapi pada dasarnya sama yaitu pembacaan aurad khataman dalam sebuah tarekat. Kegiatan khataman ini biasanya disebut juga mujáhadah karena kegiatan tersebut dimaksudkan untuk bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas spiritual para sálik.

Baca juga: Mujahadah Terbaik Dalam Perjalanan Menuju Allah SWT

Khataman dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah adalah menyelesaikan atau menamatkan aurad (wirid-wirid) yang menjadi amalan dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah pada waktu-waktu tertentu. Wirid-wirid itu minimal diamalkan secara keseluruhan sampai khatam satu minggu sekali.

Adapun di Pusat Pontren Suryalaya dilaksanakan dua kali, tiap ba’da Ashar hari Senin dan Kamis. Namun diamalkan juga tiap malam setelah dzikir ba’da Magrib dan ba’da Isya, tentu saja ini sebagai isyarat dari Syekh Mursyid sebagai hal yang lebih baik.

Wirid-wirid tersebut terdapat dalam buku yang dihimpun dan dikodifikasikan oleh Syekh Mursyid yang diberi nama ‘Uqúdul Jumán yang substansinya sebagai berikut: Dzikir, Tawasul kepada Rasulullah, sahabat, para ulama mujtahid, para wali, ulama-ulama sufi, membaca shalawat, membaca al-Qur’an dan do’a-do’a munajat.

Manaqiban, kata manáqib merupakan bentuk jamak dari manqabah yang mendapat akhiran “an”. Manqabah sendiri artinya babakan sejarah hidup seseorang secara spiritual. Dalam kamus al-Munjid disebutkan “Apa yang dikenal pada diri manusia tentang budi pekertinya yang terpuji dan akhlaknya yang baik”.

Baca juga: Benarkah Mujahadah Hukumnya Fardhu Ain

Manáqib sebenarnya merupakan biografi seorang sufi besar atau kekasih Allah (waliyullah) seperti Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Syekh Baha’uddin an-Naqsyabandi yang diyakini oleh para pengikut tarekatnya memiliki kekuatan spiritual (barakah).

Manaqib dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah adalah manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, sebagai pendiri tarekat Qadiriyah. Isi manaqib secara khusus menceritakan akhlak Tuan Syekh, silsilahnya, kegiatan dakwahnya, karamahnya dan lain-lain yang relevan untuk dijadikan pelajaran oleh para pengikutnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi