Dalil Adanya Mukasyafah dan Cara Menajamkan Pandangan Batin

Mukasyafah menjadi salah satu bahasan yang menarik dalam dunia tasawuf

Al Hafidz Nuruddin Al Haitsami dan Al Hafidz Jalaluddin Al Suyuthi mengatakan bahwa hadis ini hasan. Ibnu Jarir dan al-Barraz meriwayatkan dari Anas ra, dia berkata bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

إن الله عبادا يعرفون الناس بالتوسم

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang mengetahui manusia dengan tawassum (melihat atau berfirasat di dalamnya ada kebaikan, ada tanda-tanda).

Sanad hadis ini memenuhi syarat hadis hasan. Dan hadis ini menjadi dalil adanya kasyf yang terjadi pada banyak wali Allah. Kita bisa mendapati seorang wali yang bisa mengetahui apa yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sedang bersamanya, seakan-akan wali tersebut hadir bersamanya.

Baca juga: Tafsir Manqabah Firasat Orang Beriman dan Mimpi yang Benar

Al-Hafidz Ibnu Hajar menulis di dalam Fathul Bari ketika menjelaskan hadis tentang kematian Hubaib ra,

أن إجابة الدعوة فى الحال وتكثير الطعام والماء والمكاشفة بما يغيب عن العين والإخبار بما سيأتي ونحو ذلك قد كثر جدا حتى صار وقوع ذلك ممن ينسب إلى الصلاح كالعادة

“Pengabulan doa dalam kondisi tertentu, memperbanyak makanan dan minuman, mukasyafah (melihat) yang tidak terjangkau mata, mengabarkan sesuatu yang belum terjadi dan semisalnya itu banyak sekali terjadi. Sampai-sampai hal yang demikian itu dianggap biasa bagi orang yang baik dan bersih (qalbunya).”

Baca juga: Syekh Abdul Qadir Menyelamatkan Sufi yang akan Dihukum Mati

Dua Macam Firasat

Dalam Tuhfatul Ahwadzi dijelaskan bahwa firasat ada dua macam. Pertama adalah apa yang Allah tanamkan di dalam qalbu para walinya, yang dengan itu mereka bisa mengetahui kondisi orang lain, melalui apa yang disebut dengan karamah, intuisi, pertimbangan, dugaan, dan konfirmasi atau verifikasi.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi