Pentingnya Menghargai Diri Sendiri dan Orang Lain

Manusia melampaui batas saat merasa cukup; kenali diri, syukuri nikmat, dan bangun peradaban

Ketika manusia melihat dirinya memiliki kecukupan dengan hartanya yang berlimpah, pangkat dan jabatannya yang tinggi, serta keluarga dan koneksi yang kuat, dia merasa tidak butuh lagi pada siapa pun.

كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰٓ – أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰٓ

Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup. (Surah Al-‘Alaq: 6-7).

Sebetulnya, keadaan orang ini sedang tertipu dan dalam keangkuhan. Manusia memang punya tabiat berlaku melampaui batas, terutama ketika banyak harta di genggamnya.

Itu sebabnya orang yang selamat dari hal semacam ini ialah mereka yang Allah jaga. Karena mereka senantiasa bersyukur pada Allah atas segala nikmat-Nya dan mempergunakan anugerahnya itu untuk taat pada-Nya.

Sebagai makhluk yang Allah muliakan, manusia mesti saling menghargai dan menghormati. Sikap meremehkan, merendahkan, mencela orang lain atau membeberkan aibnya tanpa keperluan mendesak adalah sikap yang melampaui batas.

Baca juga: Kriteria Manusia Terbaik Banyak Dzikrullah

Sikap melampaui batas itu terjadi lantaran manusia tidak mengenal dirinya. Di sinilah urgensi mengapa manusia perlu lebih mengenal dirinya. Karena siapa yang mengenal dirinya, dia mengenal Tuhannya.

رحم الله امرءا عرف قدر نفسه

Allah merahmati orang yang mengenal kadar dirinya.

Bagaimana dia bisa menghargai orang lain, jika dia tidak mengenal kadar dirinya sendiri?

Kedudukan Manusia

Nabi Saw datang membawa ajaran yang memuliakan manusia itu sendiri. Bagaimana beraqidah yang benar, menjalankan kehidupan sesuai syariat, dan berakhlakul karimah. Bagaimana sikap terhadap diri sendiri, terhadap waktu, terhadap sesama dan lingkungan.

Allah Swt menciptakan manusia tiada lain untuk beribadah pada-Nya. Ibadah yang ditetapkannya tidak hanya berdimensi ritual, tapi juga sosial yang melibatkan sesama.

Kehadiran manusia di pentas bumi memiliki tujuan yang mulia, yakni memakmurkan bumi alias membangun peradaban berdasarkan tuntunan ilahi.

Selain itu, manusia memiliki hubungan persaudaraan yang harus dijaga keharmonisannya. Tanpa persaudaraan yang kuat, dan hubungan yang harmonis sulit terjalin kerja sama. Tanpa kerja sama sulit membangun peradaban.

Itu sebabnya, membangun peradaban bukan tugas individual, tapi tugas bersama. Semua memiliki tanggung jawab, dituntut untuk berperan sesuai kemampuan dan kapasitasnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi