Jangan Bergantung dan Merasa Aman dengan Dzikrullah

Dzikrullah atau mengingat Allah hendaknya diaplikasikan dalam segala aktivitas

Dzikir tidak boleh hanya dimaknai sempit, apalagi sampai berkata, bahwa dengan dzikir semua dosa terhapuskan sehingga dia bisa bebas melakukan dosa dan kedzaliman. Ini tentu kekeliruan yang besar.

Dzikrullah mencakup segala kewajiban agama seperti shalat, zakat, puasa, haji, serta segala ketaatan yang diperintahkan Allah Swt. Jadi tidak benar jika memahami dzikir hanya berupa ucapan melalui lisan saja.

Dengan kalimat lain, tatkala kita mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, pada saat itulah kita sedang berdzikir. Demikian sebaliknya, saat melakukan kemaksiatan dan kedzaliman baik kepada diri sendiri, kepada keluarga atau pun sesama, saat itulah ia lalai (ghaflah) dari dzikrullah. Maka, dzikrullah atau mengingat Allah hendaknya diaplikasikan dalam segala aktivitas.

Baca juga: Kriteria Manusia Terbaik Banyak Dzikrullah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [Surah Al-Munāfiqūn: 9]

Nabi Saw juga mewanti wanti, bahwa dunia yang tanpa disertai dzikrullah dalam keadaan terlaknat. Sebab dzikrullah yang membuat dunia menjadi ladang amal bagi akhirat kelak dan bernilai kebaikan serta kemaslahatan.

أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ، وَمَا وَالَاهُ، وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

Ingatlah, sungguh dunia itu terlaknat, terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikrullah dan segala amalan yang disukai Allah, orang yang alim dan pembelajar. (HR. Tirmidzi).

Di sisi lain, Nabi Muhammad Saw mengajarkan agar umatnya tidak bergantung pada amal termasuk dzikrullah. Apalagi berkeyakinan bahwa amalan tertentu menjaminnya menjadi ahli surga.

لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ “. قَالُوا : وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ،

Tidak lah amalan seseorang akan menyelamatkannya. Mereka bertanya, tidak juga denganmu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, iya tidak pula aku kecuali Allah memenuhiku dengan rahmat-Nya. (HR. Muslim).

Baca juga: Kesucian dan Tujuan Dzikrullah Menurut Abah Anom

Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra dalam Tanbih yang dibacakan setiap manaqib, tiada lain agar diamalkan ikhwan TQN Pontren Suryalaya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi