Dalil Adanya Mukasyafah dan Cara Menajamkan Pandangan Batin
Mukasyafah menjadi salah satu bahasan yang menarik dalam dunia tasawuf
Dijelaskan lebih lanjut, siapa yang begitu asyik menuruti syahwatnya dan teral dari menghamba kepada Allah (‘ubudiyah) sampai tercampur aduk dirinya dengan aneka urusan dan terhimpun padanya aneka kegelapan. Maka bagaimana dia bisa melihat sesuatu yang terlewat (ghaib) terlebih yang tersembunyi.
Baca juga: Kiai Safrullah Segala Keberhasilan itu Berkah Karamah Guru
Dengan demikian, orang yang masih senang menuruti hawa nafsu dan syahwatnya, sibuk dengan urusan dunia tanpa ada penghambaan diri kepada Allah di dalamnya terlebih berbuat maksiat yang menyebabkan kegelapan dalam qalbunya, maka bashirahnya (pandangan mata batinnya) tidak akan bekerja.
Ini juga artinya dengan terus membersihkan diri dari aneka sifat rendah dan kebinatangan, melalui dzikrullah akan semakin menajamkan pandangan mata batin (bashirah) sekaligus akal pikiran kita. Sebagaimana pesan Imam Waki’ kepada Imam Syafi’i, bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

