Dalil Adanya Mukasyafah dan Cara Menajamkan Pandangan Batin
Mukasyafah menjadi salah satu bahasan yang menarik dalam dunia tasawuf
Sedangkan jenis yang kedua ialah firasat berdasarkan bukti pengalaman, percobaan, kejadian dan akhlak atau tingkah laku manusia, yang melalui itu juga bisa diketahui kondisi orang lain.
Syekh Al Munawi berkata; waspadalah terhadap firasat orang mukmin, yakni dia menunjukkan apa yang ada dalam hati nuraninya dengan sinar cahaya yang menerangi qalbunya, maka dengan itu segala hakikat menjadi tersingkap.
Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa orang beriman melihat dengan cahaya Allah (nurullah). Maknanya ialah dia melihat dengan mata hati yang telah disinari cahaya Allah.
Baca juga: Kiai Athorid Siraj Beberkan Empat Karamah Murid TQN Saat Manaqib di Suryalaya
Asalnya firasat ialah penglihatan ruh bersambung dengan penglihatan akal yang terletak pada kedua mata. Mata kepala adalah bagian dari organ tubuh sedangkan bashirah itu dari ruh.
Menangkap aneka pengetahuan dan menyadari sesuatu itu menggunakan keduanya. Tatkala akal dan ruh dikosongkan dan tidak disibukkan dengan nafsunya, maka bashirah (penglihatan ruh) akan aktif memperlihatkan dan akal pun akan memahami dan menyadari apa yang diperlihatkan ruh.
Sebaliknya orang biasa tidak mampu melakukan ini, lantaran ruh-ruh mereka masih sibuk dengan nafsunya (hasud serta hal yang rendahan) dan terpaut erat dengan syahwatnya. Maka teralihkan pandangan jiwanya (bashirah) itu dari menemukan hal-hal yang terdalam.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

