Bagaimana Sisi Kemanusiaan dalam Peradaban Islam?

Agama Islam selalu melihat sisi material dan sisi spiritual manusia

“Sebaliknya kalau suatu bangsa melahirkan sesuatu ide, produk pemikiran, walaupun tidak berbahasa Arab, selama itu bisa menggugah sesuai dengan tuntutan agama maka itu adalah peradaban Islam. Itu arti peradaban Islam,” ungkapnya.

Siapapun yang mencetuskan suatu ide, suatu pandangan, suatu karya, yang memberi manfaat buat manusia bukan hanya jasmaninya saja tapi rohaninya, maka hasil karyanya itu adalah bagian dari peradaban Islam walaupun dia non muslim. Karena peradaban Islam menekankan pada sisi manusia, maka dia sangat terbuka.

الْحِكْمَةُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ ، فَحَيْثُ وَجَدَهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا

Siapapun yang mencetuskannya, baik muslim maupun tidak muslim, selama itu hikmah, selama itu bermanfaat, maka itu adalah peradaban Islam.

Baca juga: Tanbih dan Prinsip Hak Asasi Manusia

Abi Quraish, sapaan akrabnya, memberi contoh, bahwa ketika kita di Indonesia ingin membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa, ini adalah bagian dari peradaban Islam. Sama halnya dengan orang Persia yang membacanya dengan langgam Persia, selama sesuai dengan tajwid yang diajarkan agama.

Manusia harus dipandang sebagai manusia, walaupun dia non muslim. Sebagaimana sabda Nabi Saw saat berdiri menghormati jenazah Yahudi, beliau menanggapi sahabat yang bertanya sambil berkata,

أَلَيْسَتْ نَفْسًا

Bukankah dia itu juga mempunyai jiwa?

Lalu ketika terjadi perang Salib, walaupun pakar-pakar Islam enggan menggunakan istilah perang salib, karena salib diatasnamakan untuk tujuan politik. Ketika terjadi peperangan itu. Richard luka, lalu Shalahuddin Al Ayyubi mengirim dokter untuk mengobatinya. Karena dia memandangnya sebagai manusia. Itulah peradaban Islam.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi