Tanbih dan Prinsip Hak Asasi Manusia

The Encyclopedia Britannica menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah The Most Successful of All Prophets and Religious Personalities (sosok yang paling sukses di antara para nabi dan tokoh religius).

Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw adalah agama yang pertama kali mendeklarasikan dan memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Dalam Islam menghormati dan memelihara hak-hak tersebut merupakan suatu keniscayaan.

Simak saja cuplikan pidato Nabi Muhammad Saw di Arafah 15 Abad yang lalu. Beliau menyampaikan pidato itu sebagai pesan terakhirnya yang ditujukan tidak terbatas pada kaum muslimin, tapi kepada seluruh manusia.

Nabi Muhammad Saw menyampaikan pidato itu di atas untanya al Qashwa. Yang ketika itu matahari tepat berada di tengah langit arafah sehingga panasnya membakari kepala nabi dan orang-orang yang hadir ketika itu.

Nabi meminta Umayyah bin Rabi’ah untuk mengulang kata-katanya denga keras. “Tahukah kalian bulan apakah ini dan di tempat manakah kita berada saat ini?”

Hadirin mendengarkan dengan berdebar-debar lalu menjawab dengan serentak dan gemuruh, “bulan yang dimuliakan Allah dan di tempat yang dimuliakan Allah.”

Nabi melanjutkan, “wahai manusia, dengarkan dan perhatikan baik-baik kata-kataku ini, karena aku tidak tahu apakah aku akan bisa menjumpaimu lagi setelah tahun ini dan di tempat ini.”

Sayyidina Abu Bakar, Umar dan sahabat yang lain menundukkan kepala, matanya mulai berkaca-kaca, jantungnya berdetak kencang. Suasana hati bagaikan akan ditinggal kekasih untuk selama-lamanya, tergambar ingatan indah bersama Rasulullah Saw.

Rekomendasi