Wisuda Spiritual, Transformasi Ruhani dan Ied-nya Orang Tarekat

Idul Fitri adalah wisuda takwa, hasil pengendalian diri dan latihan ruhani

Ketua PW Matan Jawa Barat menjelaskan lebih lanjut, dalam pandangan ulama, tingkatan puasa ada tiga. Puasa awam yakni hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa khawas: menjaga seluruh panca indera. Puasa khawasul khawas: menjaga hati, pikiran, dan perasaan dari selain Allah.

Semoga kita berada di tingkat terbaik yang Allah ridai. Diriwayatkan bahwa para malaikat berdiri di jalan-jalan pada hari Id, mengucapkan salam kepada orang-orang beriman yang menuju salat Id. Namun manusia tidak mendengar mereka.

Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah—kesadaran diri. Pertanyaan penting: kita dari mana, sedang di mana, dan akan ke mana?
Karena itu, ittaqullah (bertaqwallah kepada Allah) selalu diulang dalam khutbah. Luruskan kembali arah hidup kita.

Kata Sayyidina Ali: “Bukanlah Id itu dengan pakaian baru, tetapi Id adalah bertambahnya ketaatan.”

Bahkan manaqib adalah iednya orang thariqah, khususnya tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Manaqib untuk membangun kesadaran kembali. Termasuk siklus amaliyah harian, mingguan (khataman), bulanan (manaqiban) adalah ied untuk kembali, balik lagi pada kesadaran diri.

Maka Idul Fitri intinya adalah kesadaran diri, momentum untuk terus menjaga ketakwaan. Jangan sampai gelar yang Allah berikan kita kotori kembali. Mudah-mudahan kita mampu menjaga Idul Fitri ini dengan sebaik-baiknya, dan ketakwaan kita terus bertambah. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi