Wisuda Spiritual, Transformasi Ruhani dan Ied-nya Orang Tarekat

Idul Fitri adalah wisuda takwa, hasil pengendalian diri dan latihan ruhani

Para malaikat menjawab: ‘Wahai Tuhan kami, balasannya adalah disempurnakan upahnya.’

Allah berfirman: ‘Aku jadikan kalian saksi, wahai para malaikat-Ku, bahwa Aku telah menjadikan pahala puasa mereka di bulan Ramadan dan ibadah malam mereka sebagai keridaan-Ku dan ampunan-Ku.’

Wisuda Orang Berpuasa

Dari sini dapat dipahami bahwa Idul Fitri adalah “wisuda” bagi orang-orang bertakwa—mereka yang telah menunaikan puasa, zakat fitrah, qiyamullail, serta berbagai ibadah lainnya selama Ramadan. Pada momentum ini, Allah menunjukkan kepada para malaikat bahwa manusia memiliki potensi spiritual yang mampu mendekati kualitas malaikat.

Melalui Ramadan, Allah mengangkat derajat orang beriman agar mencapai maqam takwa, sebagaimana firman-Nya: la‘allakum tattaqūn (agar kalian bertakwa). Prinsip takhallaqū bi akhlāqillāh (berakhlak dengan akhlak Allah) menjadi arah pembinaan ruhani tersebut.

Allah tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Oleh karena itu, manusia dididik agar tidak bergantung pada materi, salah satunya melalui puasa—menahan makan dan minum. Ini merupakan pendidikan dasar pengendalian diri.

Empat Karakter dalam Diri Manusia

Guru Besar Ilmu Sejarah dan Kebudayaan Islam itu menjelaskan dalam diri manusia itu ada empat sifat karakter yang masing-masingnya berakumulasi di dalam diri kita. Empat sifat makhluk Allah ada dalam diri manusia.

Pertama, bahimiyah, karakteristik bahimiyah, bahwa kita ini sama dengan binatang ternak (punya naluri biologis) makan, minum, kawin, dan sebagainya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi