Ulah Ngewa Ka Ulama Sajaman
Jangan benci ulama sezaman, sebab merekalah pewaris ilmu dan cahaya para nabi
Syekh Nawawi Al Bantani mengutip sebuah hadis dalam kitab Nashaihul ‘Ibad,
Akan datang satu masa, umatku akan lari dari ulama dan ahli fikih (fuqaha), maka Allah akan menurunkan tiga bencana. Pertama, Allah akan mengangkat keberkahan dari usaha mereka. Kedua, Allah akan memberi kuasa pada (mengangkat) pemimpin yang zalim. Ketiga, mereka akan keluar dari dunia tanpa bekal iman.
Hadis tersebut menjadikan untaian mutiara pertama menjadi kian relevan. Bahwa kebencian ulama akan mengantar pada sikap lari dari ulama. Di era digital saat ini, banyak orang yang kemudian mudah mencela dan menjatuhkan martabat serta harga diri ulama di media sosial lantaran perbedaan pendapat dan lainnya. Padahal Rasulullah Saw telah mewanti-wanti kondisi sosial tersebut.
Bukan termasuk golongan umatku orang yang tidak memuliakan yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui (menghormati) hak ulama kita. (HR. Ahmad)
Baca juga: Banyak Ulama Gugur, Tertarik Jadi Ulama? Ini Keutamaannya
Larangan jangan membenci kepada ulama sezaman mengandung pengertian bahwa kita harus menghargai ulama dan ilmunya. Tidak merendahkan ilmu, apalagi sampai membenci dan memusuhinya, sebab mereka adalah rujukan umat. Umat akan mengalami kebingungan ketika tidak memiliki rujukan dan pegangan.
Kebencian terhadap ulama akan merusak otoritas keilmuan, akibatnya umat akan mencari jawaban agama dari sumber yang tidak otoritatif misalnya melalui media sosial bahkan sesuai selera dan hawa nafsunya masing-masing. Terjadi krisis otoritas dan pembodohan massal, bahkan umat tercerabut dari bimbingan para ulama yang memegang otoritas keilmuan yang bersanad. Inilah yang diisyaratkan Nabi Muhammad Saw, dalam sabdanya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

