Ulah Ngewa Ka Ulama Sajaman
Jangan benci ulama sezaman, sebab merekalah pewaris ilmu dan cahaya para nabi
Jangan benci kepada ulama sezaman, begitu rangkaian mutiara pertama. Pesan ini mengajarkan agar kita menghargai dan menghormati ulama. Nabi Muhammad Saw menjelaskan mulianya kedudukan ulama.
Sesungguhnya para ulama adalah waris para nabi, sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan hanya mewariskan ilmu. Maka siapa yang mengambil ilmu tersebut, sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak. (HR. Tirmidzi)
Larangan membenci kepada ulama sezaman akan mengundang sikap terbuka terhadap ilmu sebagai warisannya para nabi. Perbedaan di kalangan ulama adalah sebuah keniscayaan dan hadir sebagai rahmat bagi umat. Imam ‘Abd al-Wahhab al-Sya‘rani dalam al-Mīzān (1/74) menyebutkan,
Syariat yang suci datang sebagai syariat yang lapang, luas, menyeluruh, dan dapat mencakup semua pendapat para imam hidayah (petunjuk) dari umat Muhammad ini. Bahwa masing-masing dari mereka —dalam apa yang mereka pegang— berada di atas bashirah dan di atas jalan yang lurus. Perbedaan mereka sesungguhnya adalah rahmat bagi umat, yang berasal dari pengaturan Allah Yang Maha Mengetahui (Al ‘Alim) lagi Maha Bijaksana (Al Hakim).
Baca juga: Kepergian Ulama Adalah Hilangnya Ilmu Pengetahuan
Keterbukaan terhadap ilmu yang disampaikan para ulama menjadi salah satu indikator kedewasaan umat beragama. Sikap terbuka ini tidak melahirkan fanatisme, justru kebencian yang membuat seseorang menutup diri.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

