Ulah Ngewa Ka Ulama Sajaman
Jangan benci ulama sezaman, sebab merekalah pewaris ilmu dan cahaya para nabi
Keterbukaan ini melatih kita untuk mengambil hikmah dari setiap perbedaan ulama, hal ini juga akan membuka ruang belajar dan jalan bagi kemajuan. Imam Suyuthi dalam Jazilul Mawahib fi Ikhtilafil Madzhib mengungkapkan,
Ketahuilah bahwa perbedaan mazhab dalam agama ini adalah nikmat yang besar dan keutamaan yang agung. Di dalamnya terdapat rahasia yang halus, yang bisa dipahami oleh para ulama, namun tertutup bagi orang-orang bodoh.
Sesungguhnya perbedaan dalam masalah cabang (furu‘) telah terjadi di antara para sahabat ra., sedangkan mereka adalah sebaik-baik umat. Namun tidak ada seorang pun dari mereka yang saling bermusuhan, tidak pula saling memusuhi, dan tidak menisbatkan satu sama lain kepada kesalahan atau kekurangan.
Baca juga: Lima Jenis Ulama, Yang Kelima Paling Buruk
Ketika perbedaan pendapat di kalangan ulama dilapisi oleh kebencian dan caci maki, bahkan ada upaya untuk menjatuhkan martabat ulama, maka yang terjadi adalah umat kehilangan adab terhadap ulama. Padahal adab inilah di antara kunci keberkahannya ilmu. Jika adab terhadap ulama sudah terkikis, akan muncul kelompok yang saling menghujat ulama karena perbedaan, lahir intoleransi, umat akan terbelah dan terpecah, ukhuwah Islamiyah yang terbangun bisa porak poranda.
Karena kebencian, ulama yang seharusnya menjadi pelita dan pembimbing umat malah jadi korban pembunuhan karakter. Apabila umat membenci ulama, maka mereka kehilangan sosok teladan dan panutan. Dan pada gilirannya nanti umat akan lari dari ulama dan mencari figur lain yang tidak sejalan dengan syariat Islam. Umat Islam kehilangan arah, terombang ambing di tengah arus perubahan zaman.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

