Tafsir Manqabah Bulan Rabi’ul Akhir, Manajemen Kematian

Di bulan Rabi'ul Akhir biasanya ada dua manqabah yang dibaca, yaitu ke-51 dan ke-53

Kematian juga pertemuan dengan kekasih sejati, Rasulullah Saw. Bila kita banyak membaca shalawat, niscaya nama kita dikenal oleh Rasulullah. Semakin banyak membaca shalawat, maka Rasulullah makin kenal dengan kita. Di dunia, Rasulullah bisa mendatangi kita melalui mimpi. Mimpi bertemu Rasulullah Saw aw pasti benar, karena setan tidak bisa menyerupainya. Kita pun semakin cinta pada Rasulullah dan cinta kepada para Mursyid pewaris ilmu dan amalnya. Kecintaan kita mengantarkan untuk meneladani keyakinan, ibadah dan akhlak Rasulullah. Tentu saja ini dapat mendatangkan syafa’at dari Rasulullah, baik di dunia maupun di akhirat.

Baca juga: Kiai Wahfi Bedah Manqabah Syekh Abdul Qadir

Di akhirat ada telaga (haudh) Rasulullah Saw. Orang yang meminum air telaga Nabi Saw seteguk saja, maka tidak akan haus selamanya. Bahkan, kata Syekh Nawawi Banten, andaikan seseorang masuk ke dalam neraka yang begitu panas, namun jika telah meminum air telaga Nabi Saw, maka tidak akan merasakan haus di dalamnya dan api neraka neraka tidak akan membakar bagian dalam perutnya karena ada air telaga Nabi tsb. Subhanallah.

Kedua, sebelum mati, hendaknya kita mendidik dan melatih nafsu kita, minimal menjadi nafsu muthmainnah.

Nafsu manusia dapat dilatih dan diubah. Awalnya nafsu ammarah (dari kata amara artinya menyuruh). Sifat nafsu ini selalu menyuruh pada keburukan. Setelah melakukan keburukan, tidak ada penyesalan sedikitpun. Malah semakin menjadi dan terus memperturutkan nafsunya. Ibarat minum air laut yang asin, maka semakin minum menjadi semakin haus. Nafsu ini harus dididik dan dilatih agar meningkat menjadi nafsu lawwamah.

Nafsu lawwamah (dari kata lama artinya mencela, mengkritik). Sifat nafsu ini sering mengkritik dan menyesali kesalahan yang kita lakukan. Juga mengkritik saat kita terlambat atau meninggalkan kebaikan. Nafsu ini bersifat kritis dan selalu mengingatkan kita. Nafsu lawwamah harus dilatih agar menjadi nafsu mulhimah.

Baca juga: Dalil Adanya Mukasyafah dan Cara Menajamkan Pandangan Batin

Nafsu mulhimah (dari kata alhama artinya memberi ilham) ialah nafsu yang sudah memberikan ilham atau inspirasi kepada seseorang. Ilham-ilham baik berdatangan dan bila kita dapat melakukannya, maka nafsu kita berpeluang naik menjadi nafsu muthmainnah. Sebaliknya, bila kita tidak dapat melakukannya, maka boleh jadi nafsu kita menurun menjadi lawwamah.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi