Sufi dan Mekanisme Keseimbangan

Tasawuf harus adaptif, menjawab tantangan pasca-Covid dengan peran sosial dan teknologi

Perpu No. 01 tahun 2020 dikeluarkan pemerintah untuk menyikapi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak ekonomi. Setelah Covid 19 selesai, kita akan menghadapi tantangan-tantangan baru.

Akibat physical distancing orang ‘berlari’ dengan digital. Masyarakat mengalami digital transformation dalam segala kehidupannya. Di lain sisi global capitalism menguat, muncul new imperialism, materialistic hedonism, dan enviroment deficiency.

“Bagaimana tasawuf memberikan jawaban dari tantangan-tantangan yang akan muncul 3 atau 4 bulan ke depan,” ucap Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat saat menjadi narasumber Webinar yang diadakan IAILM Suryalaya Ahad (3/5).

Webinar IAILM Suryalaya membahas Perpu dari sudut pandang pendidikan dan dakwah tasawuf.

Baca juga: Kenapa Kita Dipanggil Ikhwan

Kiai Wahfi menyarankan dunia pendidikan tasawuf perlu mengembangkan metode pendidikan ODEL (Open Distance Electronic Learning) sekaligus menyempurnakan konten tarekatnya untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Yang jelas setelah Covid 19 kehidupan akan berubah betul. Kita akan memasuki New Life, kehidupan baru,” imbuhnya.

Perubahan Disruptif

Pesantren Suryalaya mengajak seluruh pelaku pendidikan tasawuf termasuk muballigh menyongsong kehidupan baru dengan aktivitas Engineering.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi