Psikologi Minum

Saat mampir ke UGM, seorang Professor Psikologi yang menyukai kearifan lokal pernah berkata mengingatkan saya, “Kang Asep, urip iku mung mampir ngombe“. Kehidupan yang kita jalani di dunia ini, durasinya ibarat waktu yang dibutuhkan untuk sekedar mampir minum.

Menariknya dari peribahasa itu adalah dipilih kegiatan minum, bukan makan, bukan mandi, bukan bekerja. Dari segi kegiatan, minum adalah kegiatan memasukkan air atau benda berupa cairan ke dalam mulut. Tidak butuh waktu bermenit-menit untuk minum. Untuk memindahkan segelas air 350 ml ke mulut cukup dengan setarikan nafas dan 3 tegukan saja.

Meski waktu yang diperlukan untuk minum sedemikian singkat, namun banyak manusia yang terlupa lalu terbiasa untuk menahan minum dan mengalami dehidrasi. Bila kita mau memeriksa warna toilet WC umum yang disewakan Rp 2.000, tak heran bila warna-warna toilet yang tadinya putih menjadi semu kuning dan coklat. Dehidrasi adalah hal umum, dan boleh jadi ini berkaitan dengan angka kenaikan gagal ginjal makin meningkat. Baca juga…

Minum diperlukan tubuh, untuk menyeimbangkan cairan yang ada di tubuh, untuk menyelaraskan fungsi mengalirnya zat yang diperlukan tubuh melalui pembuluh darah, dan membuat keseimbangan aktifitas otak dan saraf terjaga. Iklan air mineral dalam kemasan pernah menampilkan scene erornya kemampuan respon seseorang saat dirinya tidak terhidrasi cukup.

Minum meski kegiatan penting, perlu, bisa memberi efek petaka jangka panjang bila tidak melakukannya, tetapi karena waktunya singkat sering membuat orang demotivasi dalam melakukannya. Kata “nanti saja” kerap melintas di benak dengan pembenaran pentingnya kegiatan lain selain minum.

Sambil menyelam minum air, peribahasa yang menggambarkan dilakukannya dua atau lebih kegiatan dalam jangka waktu yang sama. Peribahasa ini di sisi lain dapat dimaknai bahwa kegiatan minum tidak menjadi fokus perhatian. Ia menjadi penting dilakukan saat melakukan tindakan lain yang lebih penting.

Kembali ke obrolan saya dengan Guru Besar yang ramah dan santun, maka hidup sekedar untuk mampir minum dapat dimaknai betapa keadaan kita di dunia ini jarang disadari sekejap, dan membuat kita terlena untuk melakukan hal penting, perlu, bermanfaat dan bermakna. Semua orang mampu berbuat baik, tantangannya adalah segera dan konstan melakukannya.

Yuk sahabatku, mumpung di dunia, luangkan waktu yang cukup untuk minum sehingga diri terhidrasi.

Asep Haerul Gani (Psikologi)

#psikologi #minum #asephaerulgani

Rekomendasi
Komentar
Loading...