Level Puasa Tentukan Keseimbangan Sosial dan Lingkungan
Puasa tak hanya menahan lapar, tapi membentuk taqwa, syukur dan keseimbangan hidup
Jika dilihat lebih jauh, kemaksiatan bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga bisa merugikan orang banyak.
Melakukan pengrusakan lingkungan adalah maksiat, khianat terhadap amanah yang melibatkan hajat hidup orang banyak juga maksiat. Mengabaikan orang lemah terlantar dan tak berdaya juga merupakan kemaksiatan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Di sinilah fungsi puasa, agar seseorang punya daya kontrol, berupaya untuk menegakkan keseimbangan, baik keseimbangan pribadi, keseimbangan sosial, maupun keseimbangan lingkungan.
Baca juga: Puasa Membentuk Kesehatan Mental
Itu sebabnya Syekh Abdul Qadir Al Jailani menyebut puasa umum sebagai puasa syariat yang waktunya tertentu. Berbeda dengan puasa khusus yang dinamainya dengan puasa tarekat, puasa ini dilakukan sepanjang masa. Begitu pula dengan puasa yang sangat khusus, diperjuangkan setiap saat.
Apabila ketidakseimbangan sosial dan ketidakseimbangan lingkungan masih terjadi, bisa dibilang puasa kita masih dalam tahap puasanya orang umum atau baru tahap level syariat.
Puasa yang masih mengabaikan ketidak adilan dan ketidakseimbangan sosial dan lingkungan tanpa ada upaya perbaikan belum menyentuh esensi puasa itu sendiri.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

