Level Puasa Tentukan Keseimbangan Sosial dan Lingkungan
Puasa tak hanya menahan lapar, tapi membentuk taqwa, syukur dan keseimbangan hidup
Puasa umum adalah puasa atau menahan diri dari syahwat perut dan kelamin (makan, minum dan jima’). Puasa khusus ialah puasa pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh dari berbuat dosa serta sifat tercela. Sedangkan puasa sangat khusus, yaitu puasa qalbu dari apapun selain Allah.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Pangersa Guru Agung Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin. “Diri kita terdiri dari jasmani, ruhani dan rasa. Ketiganya harus puasa. Puasa jasmani dari makan dan minum, puasa anggota tubuh dari perbuatan haram, dan puasa hati (rasa) dari selain Allah,” disampaikan saat Kuliah Subuh Ramadhan 1410 H sebagaimana dirilis oleh LDTQN Suryalaya.
Baca juga: Dua Kompetensi Penting Dalam Puasa
Nabi Saw bersabda mengenai keutamaan dan fungsi utama dalam bahasa yang sederhana namun punya makna yang dalam.
Puasa itu adalah perisai. (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
Ulama menjelaskan bahwa perisai di sini maknanya adalah perlindungan dan penjagaan dari jatuh berbuat maksiat, lalu pengamanan dari siksa akhirat, dan selanjutnya pemeliharaan diri dari aneka penyakit yang disebabkan oleh berlebihan dalam makan dan minum.
Dengan begitu, puasa punya manfaat bukan hanya secara individual tapi juga fungsi sosial. Puasa membentuk diri jadi saleh secara ritual dan sosial.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

