24 Orang Ikuti Training Spirit LDTQN Jakarta Barat

LDTQN Jakarta Barat menggelar Training bertemakan Spirit TQN Jakbar 2022 di Wisma Flora, Cisarua, Bogor sejak Jum’at (13/05).

Pelatihan diikuti oleh 24 peserta yang merupakan pengurus LDTQN Jakarta Barat dan perwakilan dari LDTQN Kuningan, Purbalingga dan Banyumas.

Kegiatan pelatihan berlangsung sejak tiba di lokasi acara. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang bertugas secara giliran menjadi tim kebersihan, tim amaliah (kedisiplinan) dan tim reportase (ice breaking).

Baca juga: Kiai Wahfi Ikhwan TQN Harus Terbiasa Berpikir Kritis

Pelatihan akan berlangsung selama empat hari mulai Jum’at hingga Senin, 13-16 Mei 2022.

Jum’at malam peserta mengikuti kelas pengantar yang disampaikan oleh Dewan Pakar LDTQN Suryalaya, KH. Wahfiudin Sakam.

Sabtu (14/05) sebelum subuh, para peserta sudah menuju mushalla untuk menjalankan amaliah sunnah yang dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah, dzikir harian, disusul dengan dzikir khatam, lalu kultum, hingga Isyraq dan shalat sunah.

Hari pertama sesi kelas diawali dengan materi fasilitasi dan simulasi menjadi fasilitator.

“Kita sebagai pengurus mau apa? Apakah hanya mencantumkan nama saja di struktur. Kita pengurus harus aktif memfasilitasi Ikhwan atau pun calon Ikhwan,” ujar Hendra Yudha salah seorang fasilitator dalam training tersebut.

Editor TQNNEWS tersebut menyampaikan apa saja yang menjadi tujuan dan goals dari pelatihan ini. Di antaranya ialah agar pengurus LDTQN menjadi tangguh, bermartabat, modern dan berwibawa.

Selanjutnya, diharapkan terbentuknya Learning Society (masyarakat pembelajar) di lingkungan TQN Pontren Suryalaya. Lalu peserta memiliki visi misi yang jelas sebagai pengurus.

Selain itu, peserta mampu menghidupkan organisasi, mandiri secara ekonomi. Dan terakhir peserta mampu menjadi fasilitator bagi ikhwan/akhwat TQN.

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Zahir Batin Sesuai Tanbih

Peserta juga dilatih untuk meningkatkan kompetensi partisipasi, diberi wawasan bagaimana metode pembelajaran yang paling efektif.

Sedangkan fasilitator lainnya Nugraha Romadhan menyatakan bahwa pelatihan ini tergantung kesepakatan dan partisipasi peserta.

Nobody knows everything, everyone knows something, tidak ada seorang pun yang mengetahui semua hal. Tetapi setiap orang mengetahui sesuatu. Maka dalam training ini setiap orang bisa memberikan pandangan dan pendapatnya agar bisa mencapai tujuan bersama,” ucapnya.

Rekomendasi