Kekuatan Dzikir, Khataman dan Manaqiban
Dua belas tahun Rasulullah Saw menguatkan tauhid hanya dengan kalimat laa ilaaha illallah
“Maka kita kembalikan iman itu dengan meneruskan laa ilaaha illallah, meneruskan dzikrullah supaya hati kita selamat dan bahagia, hati kita benar-benar bertaqwa kepada Allah Swt dan bisa menghadapi masalah dunia ini,” ujarnya.
Baca juga: ‘Uqudul Jumaan Mata Rantai Permata TQN Pontren Suryalaya
Banyak Rahasia Tersirat dalam Khataman
Kedua, yaitu khataman. Sudah sepatutnya bagi kita mengamalkannya, jangan dipersoalkan apa-apa. Harus kita mempunyai keikhlasan dan keyakinan terhadaap pengamalan kita. Itu yang pertama dan utama.
Ada yang mampu melihat apa itu sebenarnya khataman. Haji Ali melihat bahwa khataman itu adalah susunan awrad yang disusun oleh mereka yang sudah ma’rifat dan dinamakan khataman. Yang di dalamnya terdapat sesuatu yang luar biasa.
Bacaan dan ayat-ayatnya itu pendek, di dalamnya ada shalawat dan do’a. Menariknya, doa dalam khataman tidak menyebutkan perkara dunia, tetapi tersirat perkara dunia. Singkatnya, khataman itu tersurat bacaannya, tapi tersirat begitu banyak maknanya.
“Allahumma Ya Qadhiyal Hajat begitu dalam artinya. Kita sembunyikan hajat-hajat kita, karena Allah lebih tahu hajat kita, dan seterusnya,” ungkapnya.
Dalam tawassul misalnya, dikirimkan al fatihah kepada para ulama berbagai mazhab. Ada ulama Hanafi, Syafii, Maliki, ada juga ulama Syiah, tapi menurut Syiah, yakni Imam Ja’far Shadiq yang termasuk Imam Syi’ah yang dua belas. Khawajah an Naqsyabandi, Khawajah itu bahasa Iran yang artinya Imam.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

