Kekuatan Dzikir, Khataman dan Manaqiban
Dua belas tahun Rasulullah Saw menguatkan tauhid hanya dengan kalimat laa ilaaha illallah
Lalu aimmatul mujtahidin wa muqallidihim fid din, wal ‘ulama ar rasyidin, wal qurra’il mukhlishin, wa ahlit tafsir, wal muhadditsin, wa sa’iris sadah al shufiyah al muhaqqiqin.
Tawassul hingga bapak ibu kita dan kaum muslimin dan muslimat. Apalagi yang dikhususkan adalah para masyayikh thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah, tapi juga wa jami’i ahlit thuruq (semua ahli tarekat).
“Jadi bila kita bertawassul sebelum membaca khataman dan manaqib Syekh Abdul Qadir al Jailani, maka ada kekuatan hubungan kita dengan manusia-manusia yang dipilih dan dimuliakan Allah dari para nabi, para aulia, para shalihin, kita bersama dengan mereka,” jelasnya.
Baca juga: Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Talqin Dzikir
Orang dapat merasakan hubungan itu dengan pengamalan dzikir, tawassul, khataman serta manaqib Syekh Abdul Qadir al Jailani.
Ikhwan akhwat juga jangan ragu-ragu dengan manaqib yang isinya bermacam macam karamah. Karena Allah menyebutkan macam karamah di dalam al Qur’an, seperti karamah ashabul kahfi dan sayyidah Maryam yang bukan nabi dan rasul.
“Jadi kalau Allah memberikan karamah kepada Syekh Abdul Qadir al Jailani itu adalah hak-Nya. Kita beruntung bersama-sama menjadi murid seorang wali yang besar Tuan Syekh Abdul Qadir al Jailani qs,” pungkasnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

