Kekuatan Dzikir, Khataman dan Manaqiban
Dua belas tahun Rasulullah Saw menguatkan tauhid hanya dengan kalimat laa ilaaha illallah
فقال يا رسول الله: دلني على أقرب الطرق إلى الله تعالى وأسهلها على عباده وأفضلها عند الله تعالى. فقال يا علي عليك بمداومة ذكر الله تعالى في الخلوة
Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku satu jalan yang paling mendekatkan diriku pada Allah dengan cara ibadah yang mudah dilakukan serta paling afdhal di sisi Allah.” Rasulullah bersabda: “Wahai Ali hendaknya engkau mendawamkan dzikir kepada Allah dalam kesendirian.”
Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Bagaimana caranya wahai Rasulullah saya berdzikir?” Rasulullah menjawab,” Pejamkan matamu, simak aku tiga kali, lalu ucapkan hal serupa sebanyak tiga kali dan aku mendengarkannya.”
Nabi lalu mengucapkan: “Laa ilaha ilallah. Laa ilaha ilallah. Laa ilaha ilalllah.”
Sayyidina Ali mendengarkan, kemudian mengikuti ucapan lafadz dzikir yang sama sebagaimana halnya yang ditalqinkan oleh Rasulullah Saw sebanyak tiga kali.
Jadi dengan mengamalkan laa ilaaha illallah, kata Haji Ali, akan menjadi kekuatan dalam hidup dan penghidupan kita. Menjadi kekuatan bila mana dalam keadaan senang atau pun susah.
Menurut wakil talqin yang diangkat pada tahun 1975 ini, kondisi umat Islam senantiasa imannya terguncang. Dunia juga bila tidak diatasi bisa menggerus iman.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

