Kekuatan Dzikir, Khataman dan Manaqiban
Dua belas tahun Rasulullah Saw menguatkan tauhid hanya dengan kalimat laa ilaaha illallah
Wakil Talqin asal Singapura itu menerangkan bahwa, pertama, laa ilaaha illallah adalah sesuatu yang akan dapat menguatkan diri kita sebagai seorang muslim.
Kedua, laa ilaaha illallah menghubungkan diri kita langsung dengan Allah.
Ketiga, laa ilaaha illallah memfana’kan diri kita dari pada dunia yang akan kita tinggalkan.
Keempat, laa ilaaha illallah yang menjamin diri kita untuk masuk surga.
Kelima, laa ilaaha illallah sebagai kekuatan umat Islam.
Dua belas tahun Rasulullah Saw menguatkan tauhid hanya dengan kalimat laa ilaaha illallah. Sayyidina Bilal pun kuat menerima ujian dengan dzikir tersebut.
Baca juga: Mengapa Abah Anom Disebut Mujadid dan Neo-Sufism
“Itulah kemurnian dan kebesaran kalimah laa ilaaha illallah bagi setiap umat Islam. Harus mengisikan kalimah laa ilaaha illallah itu hingga kepada kamalul yaqin, kesempurnaan yakin kita terhadap Allah Swt dengan kalimah itu. Banyak manusia yang mengucapkan laa ilaaha illallah tapi tidak dapat menghubungkan dirinya dengan Allah Swt,” paparnya.
Hadis yang masyhur, ketika Rasulullah Saw diminta oleh Sayyidina Ali kw tentang jalan yang paling dekat, mudah, utama maka Rasulullah Saw mengajarinya laa ilaaha illallah.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

