Kejujuran, Akhlak Mulia Utama Yang Mengantar ke Surga
Tabiat dan karakter seseorang dipengaruhi karena pergaulan dan pertemanan
Bersama ash shadiqin, juga maknanya ialah senantiasa melazimkan kejujuran dalam ucapan, ikhlas dalam beramal dan bersih/suci dalam ahwalnya (batinnya).
Baca juga: Nabi Muhammad Saw Membangun Trust Secara Konsisten Sejak Muda
Kebersamaan dengan ash shadiqin ini dipahami oleh kelompok sufi sebagai perintah dari Allah agar ber-suhbah atau berguru dengan seorang guru yang shadiq, guru yang bersih qalbunya yang diibaratkan seperti dokter yang mengobati penyakit batin murid-muridnya.
Dengan berkumpul dan senantiasa bersama dengan as shadiqin, diharapkan sifat-sifat mulia mereka bisa diimitasi dan membentuk tabiat kita. Bahkan pentingnya karakter dan tabiat jujur digambarkan oleh Rasulullah Saw.
Kamu harus berlaku jujur, karena jujur akan menuntun pada kebaikan, dan sungguh kebaikan akan menuntun ke surga. Seorang yang senantiasa berlaku jujur serta memelihara kejujurannya dicatat di sisi Allah sebagai orang yang Shiddiq (jujur). Jauhilah dusta, karena sungguh dusta akan menggiring pada kedurhakaan, dan kedurhakaan akan menjerusmuskan ke neraka. Seorang yang selalu berdusta dan memelihara kedustaannya akan dicatat sebagai kadzdzab (pendusta). (HR. Muslim)
Baca juga: Bertarekat Bagian Dari Mengamalkan al Quran dan Sunnah
Kejujuran mengantar pada kebaikan dan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat. Sebaliknya kebohongan akan menjerumuskan seseorang dalam duka nestapa di dunia akhirat.
Bukan hanya itu, dampak kebohongan bisa semakin besar seiring dengan peran dan tanggung jawab seseorang. Seperti para pejabat yang korupsi, tentu bukan dia sendiri yang dapat kecaman tapi juga banyak pihak yang dirugikan. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

