Cara Syukur Syekh Abul Hasan Asy Syadzili

Makan, minum dan tidurlah dengan nikmat, lalu bersyukurlah kepada Allah dengan kesungguhan. Ajaklah jiwa dan ragamu bersyukur atas nikmat Allah yang dahsyat.

Jangan sampai seumur hidup kita menikmati dunia yang biasa-biasa saja, lalu bersyukur dengan biasa-biasa saja atau bahkan tidak menerimanya dengan ridha. Sebaliknya, berusahalah menikmati dan menyukuri apa yang sudah Allah anugerahkan. Yakinlah bahwa semua anugerah-Nya luar biasa.

Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili berkata:

كلوا من أطيب الطعام واشربوا من ألذ
الشراب وناموا على أوطأ الفراش والبسوا ألين الثياب فإن أحدكم إذا فعل ذلك وقال الحمد لله يستجيب كل عضو فيه للشكر

“Makanlah hidangan paling enak, teguklah minuman paling nikmat, berbaringlah di atas kasur terbaik, kenakanlah pakaian dengan bahan paling lembut. Jika satu dari kalian melakukannya lalu berucap syukur, ‘Alhamdulillah’, maka setiap anggota tubuhnya ikut menyatakan syukur.”

Baca juga: Tiga Golongan Pembaca al Quran Menurut Imam Sufi Hasan al Bashri

Menurut Syekh Asy-Syadzili, sikap rasa syukur pada kenikmatan seperti itu justru berbeda dengan seseorang mengonsumsi sekadar roti gandum yang tak sedap, atau seperti berpakaian dengan bahan karung yang kasar, tidur hanya beralas tanah, lalu berucap ‘alhamdulillah’ tapi dengan perasaan ketidaksudian, menggerutu dan perasaan dongkol terhadap takdir Allah.

Menurut Syekh, dari sisi batin, dia akan mendapati dosa ketidaksudian dan kedongkolan di dalam hatinya itu lebih besar dibanding dosa mereka yang sungguh-sungguh menikmati dunia.

Karena mereka yang menikmati dunia sungguh-sungguh itu melakukan apa yang memang sesungguhnya mubah.

Baca juga: Wasiat Rasulullah Saw Kepada Abu Dzar al Ghifary

Sedangkan orang yang merasa tidak sudi dan dongkol (karena tidak ikhlas dan ridha) melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah Swt.

Disarikan dari kitab Minahus Saniyyah karya Syekh Abdul Wahhab Sya’rani.

Oleh: Halim Ambiya

Rekomendasi