Cara Membedakan Pencinta Dunia dan Pencinta Akhirat
Salah satu tugas manusia ialah sebagai Khalifatullah (wakil Allah) di muka bumi
Laki-laki itu kemudian terdiam merenungi pertanyaan Imam Ali tadi.
Imam Ali bin Abi Thalib kembali berkata: “Jika Anda lebih berbahagia dengan orang yang memberimu harta, maka ketahuilah bahwa Anda termasuk ahlud dunya. Namun jika Anda lebih senang dengan orang yang mengambil darimu sedekah, maka Anda termasuk ahlul akhirah.”
Imam Ali kemudian meneruskan perkataannya: “Karena manusia sangat bahagia manakala diberikan sesuatu yang dicintainya. Orang yang memberimu harta, dia memberimu dunia. Dan orang yang mengambil sedekah dari dirimu, maka hakikatnya dia telah memberimu akhirat. Karena itu, jika kamu ingin menjadi ahli akhirat maka berbahagialah mana kala ada orang yang mengambil sedekah dari dirimu, melebihi kebahagianmu manakala kamu diberi harta.”
Mendengar jawaban Imam Ali tadi, laki-laki itu sontak berkata: “Subhānallah.”
Baca juga: Bukti Cinta Dengan Berkurban
Sebagaimana dikutip dari tulisan Dr. Aep Saepulloh Darusmanwiati yang bersumber dari Kitab: Tafsir asy-Sya’rōwy (al-Khawāthir), karya Imam Muhammad Mutuwalli asy-Sya’rāwi (wafat pada tahun 1418 H), 1/72, 9/5201, 18/11016; Mu’jizātul Qur’ān, juga karya al-‘Allāmah Syaikh Muhammad Mutuwalli asy-Sya’rāwī, 4/140).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

