Bongkar Empat Kesalahpahaman Orang Tentang Tarekat

Fatalisme itu pasrah total, pasrah bongkokan, orang tidak mau lagi berikhtiar

“Dia tidak ada lagi merasa ada tanggung jawab sosial dalam masyarakat RT nya, masyarakat RW, bagaimana mencegah banjir, mengatasi sampah dan limbah, hingga masalah kemiskinan dan sebagainya,” pungkasnya.

Khalwatnya dibentuk sebagai egoisme saja

Akan tetapi, Kiai asal Betawi itu menegaskan bahwa khalwat, suluk dan i’tikaf itu sendiri bukan hal yang buruk dan hanya bersifat temporer.

“Sebagaimana Rasulullah Saw beri’tikaf di sepuluh hari Ramadhan betul-betul untuk Allah saja. Tapi di luar itu Rasulullah terlibat dalam pembangunan ekonomi, politik, IPTEK dan segala macamnya. Rasulullah juga ada saatnya naik ke langit dalam Isra’ Mi’raj. Tapi Rasulullah kan balik lagi, hidup di dunia nyata penuh dengan berbagai macam problem termasuk (menghadapi) kelakuan orang-orang munafik dan fasik,” jelasnya.

Inilah empat hal yang menjadi tantangan dan kesalah pahaman orang terhadap tarekat. Mulai dari eskapisme atau dianggap sebagai pelarian, fatalisme sehingga tidak mau berikhtiar, lalu feodalisme baru yang membentuk struktur-struktur vertikal dan egoisme yang asyik mencari muka sendirian dengan Allah. Dan inilah yang semestinya tidak terjadi. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi