Berantas Korupsi dengan Tarekat

Tarekat dan tasawuf tawarkan solusi batiniah dalam memberantas korupsi sistemik

Seorang yang materialis memandang diri manusia hanya tubuh fisik biologis yang harus diperturutkan dorongan biologisnya atau hawa nafsunya. Ia mengabaikan sisi ruhani manusia. Paradigma ini membentuk manusia yang tamak dan egoistis.

Sedangkan seorang yang sekuler hanya memandang kehidupan hanyalah di dunia. Akibatnya orientasi orang ini hanyalah memenuhi ambisi dan cita-cita duniawinya, tak peduli halal haram. Daya jangkau pandangnya hanya di sini (di bumi) dan kini, tak melihat ada kehidupan akhirat.

Paradigma kedua ini membentuk manusia yang hubbud dunya wa karahiyatul maut (cinta dunia dan benci kematian). Kerap kali gelisah, cemas, kesepian bahkan mengambil jalan pintas (koruptif).

Adapun orang yang hedonis menjadikan kehidupan di dunia untuk mengejar kesenangan dan kenikmatan duniawi meski sesaat. Kebahagiaannya hanya yang bersifat lahiriah. Fokusnya hanya pada pemuasan hawa nafsu tanpa kontrol.

Paradigma ketiga ini membentuk manusia yang memiliki gaya hidup seperti binatang, bahkan terjerumus mislanya dalam seks bebas, narkoba, kezaliman dan penyimpangan-penyimpangan.

Baca juga: Bongkar Empat Kesalahpahaman Orang Tentang Tarekat.

Misi Washatiyah Tarekat

Ketika bertarekat, otomatis ketiga paradigma tersebut akan terkikis habis. Sebabnya sederhana, karena tarekat memiliki misi washatiyah atau misi moderasi dalam beragama.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi