Berantas Korupsi dengan Tarekat

Tarekat dan tasawuf tawarkan solusi batiniah dalam memberantas korupsi sistemik

Indonesia Corruption Watch atau disingkat ICW menilai ada tiga sebab penurunan tersebut, pertama ketidakjelasan orientasi dalam merumuskan kebijakan pemberantasan korupsi. Kedua, kegagalan reformasi penegak hukum dalam memaksimalkan penindakan perkara korupsi. Ketiga, performa KPK dalam pemberantasan korupsi.

Korupsi Musuh Bersama

Ala kulli hal, memberantas korupsi bukan hanya tugas KPK atau lembaga penegak hukum. Sebab kejahatan luar biasa ini adalah beban dan coreng bagi setiap anak bangsa.

KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur menyatakan dalam buku Tuhan Tidak Perlu Dibela, hlm. 87. “Membiarkan terjadinya korupsi besar-besaran dengan menyibukkan diri pada ritus-ritus hanya akan membiarkan berlangsungnya proses pemiskinan bangsa yang semakin melaju.”

Tiga pendekatan yang dilakukan KPK, yakni pendekatan pendidikan masyarakat, pendekatan pencegahan dan pendekatan penindakan dinilai belum mampu menghambat korupsi. Bahkan cenderung semakin membabi buta dan terorganisir.

Sebagai negara dengan mayoritas muslim, sejatinya agama bisa menjadi inspirasi dan sumber solusi atas berbagai permasalahan. Apalagi Islam dikenal sebagai agama yang reformatif dan transformatif terhadap realitas sosial.

Kita bisa berkata bahwa masyarakat tengah sakit, bukan secara fisik. Karena secara fisik, koruptor terlihat segar bugar bahkan bergelar tinggi dari kampus bergengsi.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi