Berantas Korupsi dengan Tarekat
Tarekat dan tasawuf tawarkan solusi batiniah dalam memberantas korupsi sistemik
Hanya melihat manusia secara tubuh fisik biologis adalah ekstrem. Melihat kehidupan hanya sebatas di sini dan kini juga ekstrem. Terlebih hidup hanya demi memuaskan hasrat kebinatangan, yang justru mendegradasi martabat manusia itu sendiri juga tergolong ekstrem.
Dimensi ihsan sebagai salah satu pilar agama diimplementasikan secara keilmuan melalui tasawuf dan pengamalan melalui tarekat. Tarekat inilah yang mengembalikan manusia pada paradigma yang holistik sesuai tujuan manusia itu diciptakan berdasarkan tuntunan al Qur’an dan sunnah.
Dengan demikian, tradisi asketisme dalam Islam yang terlembaga dalam tarekat mu’tabarah dinilai tepat untuk melakukan pembenahan hati nurani dan karakter manusia Indonesia.
Bagaimana selanjutnya ajaran dan pengamalan tasawuf terinternalisasi dan mendorong seseorang hijrah dari paradigma lama yang sesat pada paradigma yang sehat dan sesuai fitrah manusia.
Saat korupsi seseorang mengabaikan tanggung jawab moral, hati nurani dan melawan fitrahnya sendiri. Wajar jika koruptor kemudian disimbolkan dengan binatang tikus yang memang rakus.
Melalui pendekatan kultural dan keagamaan ini, tarekat tak lain bertujuan untuk mengembalikan ‘tikus’ ini menjadi manusia yang mulia di sisi Allah dan bernilai di tengah sesama. Serta menghentikan regenerasi koruptor di segala lini republik tercinta ini. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

