Belajar dari Kisah Semut dan Nabi Sulaiman

Kita sering mendengar peribahasa, dimana ada gula di situ ada semut

Nabi Sulaiman tertegun mendengar jawaban sang semut. Beliau tidak percaya pada apa yang dilakukan dan dikatakan semut itu. Semut ternyata lebih mengerti arti sabar dan syukur kepada Allah Swt atas semua rezeki yang ia dapatkan selama ini. Dari situ beliau belajar tentang arti kesabaran dan rasa syukur.

Baca juga: Ketika Nabi Muhammad Saw Biayai Jomlo Untuk Menikah

Nabi Sulaiman saja belajar dari semut. Mudah-mudahan kita bisa memiliki sifat sabar dan syukur. Ketika kita menjadi orang yang pintar bersyukur, maka insyaAllah rezeki akan ditambahkan Allah, sebaliknya jika kita kufur atas segala nikmat-Nya, Allah akan memberikan adzab yang pedih. Allah Swt berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌۭ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Salah satu bentuk syukur kepada Allah adalah dengan memperbanyak dzikir. Dalam hadits qudsy dinyatakan, jika seseorang berdzikir kepada Allah maka sejatinya dia sedang bersyukur kepada Allah. Jika dia lupa kepada Allah, maka sejatinya dia sedang kufur kepada Allah Swt. Wallahu a’lam. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi