Belajar dari Kisah Semut dan Nabi Sulaiman

Kita sering mendengar peribahasa, dimana ada gula di situ ada semut

Semut menggangguk. Kemudian sang semut masuk ke dalam botol dan nabi Sulaiman meletakkan sepotong kurma dan nabi Sulaiman pun pergi.

Hari demi hari silih berganti, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Semut berdiam di dalam botol tanpa pergi ke mana-mana. Yang menemani hanyalah sepotong kurma yang menjadi persediaan makanannya sampai nabi Sulaiman datang. Setahun terasa begitu lama dirasakan sang semut. Namun dengan sabar dia tetap di dalam botol.

Tepat satu tahun, nabi Sulaiman kembali menemui semut itu. Nabi Sulaiman sangat terkejut melihat sepotong kurma yang dahulu ia tinggalkannya ternyata masih banyak tersisa. Kemudian dia bertanya, “Mengapa kamu tidak menghabiskan kurmamu, wahai semut?”

Baca juga: Kisah Abah Sepuh Berguru ke Syekh Tolhah

Semut tersenyum, “tentu saja, kurma itu tidak akan habis karena aku hanya mengisap sarinya. Kadang-kadang aku pun berpuasa sehingga kurma tetap awet.”

Nabi Sulaiman bertanya lagi, “mengapa engkau tidak memakan buahnya?” Semut pun menjawab, “Engkau bukan Tuhan sang pemberi rezeki. Oleh karena itu bagaimana aku yakin engkau akan kembali lagi setahun berikutnya untuk memberikan lagi sepotong kurma.”


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi