Belajar dari Kisah Semut dan Nabi Sulaiman

Kita sering mendengar peribahasa, dimana ada gula di situ ada semut

Dalam buku 99 kisah menakjubkan dalam al-Quran (Ridwan Abqory, 2007), dikisahkan ada seekor semut sedang berjalan tertatih-tatih dengan sebutir kurma yang cukup besar di punggungnya. Dengan penuh kesabaran sang semut terus berjalan perlahan-lahan agar bisa sampai ke tempat tujuan. Di tengah perjalanan, dia berpapasan dengan seorang yang mulia yakni nabi Sulaiman as yang memiliki kemampuan berbicara dengan binatang.

“Untuk apa kamu membawa-bawa kurma itu, wahai semut?” tanya nabi Sulaiman.

Baca juga: Kisah Tiga Potong Roti

Kemudian sang semut berhenti menyeret kurmanya, lalu dia menjawab pertanyaan nabi Sulaiman. “Kurma ini diberikan Allah Swt untuk makananku selama satu tahun.”

Setelah mendengar pernyataan sang semut, nabi Sulaiman bergegas pergi. Hal ini membuat sang semut bingung dan heran.

Tak lama kemudian nabi Sulaiman datang kembali dengan sebuah botol kosong dan sebutir kurma yang sudah dibelah.

Kemudian nabi Sulaiman berkata, “Tinggalah di botol ini, aku akan memberi sepotong kurma untukmu. Tahun depan aku akan kembali dengan sepotong kurma lagi untukmu.”


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi