Wejangan Abah Anom Agar Pintu Kebahagiaan Terbuka
Kebahagiaan di akhirat punya korelasi yang kuat dengan kebahagiaan di dunia
Paradigma kebahagiaan ini pun diulang-ulang sehari-hari saat kita mendirikan shalat ketika membaca doa iftitah.
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. [Surah Al-An’ām: 79]
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, [Surah Al-An’ām: 162]
Pangersa Abah Anom mengajak murid-muridnya agar tidak terbuai dan tertipu dengan kebahagiaan yang semu. Kebahagiaan yang hanya mementingkan unsur materialistik atau pun kebahagiaan dengan terpenuhinya selera hawa nafsu dan syahwatnya terlebih lagi dengan mengabaikan syariat.
Baca juga: Wejangan Abah Anom, Pentingnya Memelihara Karamah
Kebahagiaan yang diajarkan Pangersa Abah Anom ialah kebahagiaan yang hakiki sebagaimana diisyaratkan oleh sabda nabi Muhammad Saw,
Kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta, akan tetapi kaya yang sebenarnya adalah kayanya jiwa. (HR. Bukhari)
Untuk membukakan pintu kebahagiaan di dunia dan di akhirat, Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin qs menegaskan bahwa hal itu diperoleh dengan dzikir yang mantap.
“Dengan dzikir yang mantap akan membentengi kita dari hal yang akan mencelakakan kita, dan selanjutnya akan membukakan pintu bahagia kita,” pungkasnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

