Wejangan Abah Anom Agar Kuat Hadapi Ujian Keimanan
Pesan bagaimana agar kita bisa selamat dan sukses menghadapi ujian keimanan
Sekali lagi, harta dan keluarga adalah ujian keimanan. Harta harus diperoleh dengan jalan halal dan cara yang sesuai dengan tuntunan ilahi dan Rasul-Nya, begitu juga cara membelanjakannya sesuai syariat. Sebab ada yang dinamai kewajiban menyangkut harta, ketika dia tidak melaksanakannya, tentu akan dikecam dan diancam siksa.
Anak pun demikian yang merupakan bagian dari keluarga harus dipandang sebagai ujian, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi Saw,
Anak adalah buah hati, sungguh ia menyebabkan ketakutan, kekikiran, dan kesedihan. (HR. Abu Ya’la dan Al Bazzar)
Terkadang karena cintanya pada anak, membuat orang tua berbuat dosa, jadi penakut, pelit, dan sedih. Karena itu orang tua wajib menghindari bahaya dari ujian anak ini dengan cara melaksanakan apa yang Allah wajibkan, yakni mendidik mereka dengan pendidikan yang baik sesuai dengan agama dan aneka keutamaan, serta menjauhkan mereka dari hal-hal yang menyebabkannya berbuat dosa dan tercela.
Baca juga: Wejangan Abah Anom Agar Tidak Terpesona Dunia
Ujian dalam keluarga bukan hanya anak, bisa juga dari pasangan kita, sebagaimana disebutkan Al Qur’an.
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. [Surah At-Taghābun: 14]
Wejangan Pangersa Abah ini juga agar kita senantiasa menerapkan kehati-hatian dalam bersikap kepada anak dan pasangan (suami atau pun istri). Karena sikap yang tidak penuh kehati-hatian, bisa timbul permusuhan, kebencian atau putusnya silaturahim di antara mereka, baik karena menyangkut urusan dunia dan atau pun agama.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

