Wejangan Abah Anom Agar Kuat Hadapi Ujian Keimanan
Pesan bagaimana agar kita bisa selamat dan sukses menghadapi ujian keimanan
Yang harus digarisbawahi ialah kecintaan terhadap keluarga jangan sampai membutakan mata, sehingga kita bermaksiat kepada Sang Pencipta. Artinya ketika ada hal yang bertentangan dengan ajaran agama, harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat pada Al Khalik (Allah Maha Pencipta). Dengan kata lain, silahkan taati makhluk selama tidak melanggar aturan-Nya.
Syekh Mursyid TQN Pontren Suryalaya memberikan arahan, bahwa dengan dzikir, iman kita akan kuat menghadapi ujian tersebut.
Baca juga: Wejangan Abah Anom, Jangan Sia-siakan Waktu!
Dengan kalimat lain, dzikir harus dihidupkan untuk meneguhkan keimanan. Jika iman kuat dan teguh, ujian bisa dihadapi dengan izin Allah Swt. Ujian keimanan berupa harta dan keluarga baik melalui anak, suami, istri, orang tua, dan kerabat lainnya bisa kita hadapi dengan qalbu yang damai dan tenang sesuai petunjuk-Nya, jika lisan basah dengan dzikir, di dalam dada bersemai dzikir. Sebaliknya, jika dzikir ditinggalkan, lebih banyak lupa dan lalai (ghaflah) maka harta dan keluarga justru bisa menjadi penghalang kita mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [Surah Al-Munāfiqūn: 9]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

