Syiar Dakwah TQN Bersama Pengamen Jalanan

“Kudu welas asih someah tur budi beresih,” demikian sepotong bunyi Tanbih TQN Pondok Pesantren Suryalaya yang artinya harus kasih sayang, ramah tamah serta bermanis budi.

Kutipan tanbih tersebut menjadi pedoman dakwah para ikhwan. Bahwa metode dakwah itu beraneka ragam, bisa melalui pendekatan seni, budaya, teknologi, dan lain sebagainya.

Tanbih mengajarkan bahwa dakwah bisa masuk ke semua kalangan, anak-anak, remaja, hingga dewasa yang berasal dari berbagai latar belakang.

Baca juga: Ikhwan Akhwat TQN Suryalaya Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di Ponpes Darul Falah Cianjur

Dakwah tidak boleh hanya hidup di lingkungan pesantren dan sekolah. Dakwah juga mesti masuk ke lingkungan anak jalanan. Karena mereka juga membutuhkan perhatian.

Sebagian dari anak jalanan amat jarang bisa ditemui di lingkungan masjid dan pesantren, maka dinilai perlu adanya pendekatan dan sentuhan dakwah yang menggambarkan rasa keindahan Islam untuk semua.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Aang Muhamad, Thoha, SH., S.Pd., M.Ag. Di sela-sela kegiatan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Manajemen 37 di Pontren Darul Falah Cianjur pada 18-19 Juni 2022 lalu.

Baca juga: Tanbih dan Prinsip Hak Asasi Manusia

Ketua LDTQN Suryalaya Cibinong Cianjur itu menyempatkan diri terjun langsung menghampiri para pengamen jalanan, tepatnya di dekat Alun-alun Kota Cianjur. Tujuannya tiada lain memberikan motivasi agar tidak meninggalkan shalat dan pendidikan, di tengah segala keterbatasaan yang ada.

Penulis: Abdul Husen

Rekomendasi