Ikhwan Akhwat TQN Suryalaya Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di Ponpes Darul Falah Cianjur

Ikhwan dan Akhwat Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Kewirausahaan; Pengenalan Pembuatan Produk Merchandise dan Teknik Percetakan/Sablon yang dimulai pada Sabtu hingga Ahad 18-19 Juni 2022.

Pelatihan kewirausahaan yang diinisiasi Manajemen 37 tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Darul Falah (Cabang Pondok Pesantren Suryalaya) Jl. Stekmal No. 7 Kp. Gelar RT 03/15 Kel. Pamoyanan, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur.

Dalam sambutannya, Ketua LDTQN Suryalaya Kabupaten Cianjur Ust. Tamamul Khoer Al-Aziz / Papap menyampaikan urgensi mengikuti pelatihan wirausaha terutama bagi para peserta.

“Pelatihan wirausaha ini agar kita tidak bergantung kepada dunia, tapi ingin mencetak dunia yang akan kita atur, kita manfaatkan dunia dijalan Allah,” kata putra dari KH. Aang Muhaiminul Aziz tersebut.

Baca juga: Lebih Terorganisasi LDTQN Cibinong Cianjur Rilis 13 Titik Manaqib

Kang Romi Abidin yang pernah diundang dalam stasiun TV oleh Mata Najwa dan salah satu Tim Kreatif Kota Tangerang jadi salah satu narasumber.

“Tulislah setiap cita-cita, nanti rahmat Allah Swt akan mengikuti, tetaplah berprasangka baik, karena apa yang akan terjadi tergantung dari prangsangka kita kepada-Nya, jangan pernah putus asa, kunci dari wirausaha itu, kreatif dan ibadah, nanti dunia akan mengikuti,” ujar pengurus DMI Kota Tangerang tersebut.

Sukses di usia muda dirasakan oleh narasumber lainnya yaitu Kang Faiz Padlurohman. Dalam uraiannya ia menjelaskan bahwa di era milenial ini kita harus memulai bisnis online dan terjun ke dunia marketing. “Karena bagi pemula, dalam bisnis online ini kita tidak perlu punya modal yang besar, cukup jadi reseller aja terlebih dahulu,” imbuhnya.

Baca juga: LDTQN Ibu Bella dan GMPS Cianjur Kompak Berikan Santunan

Menjelang istirahat di malam hari, kang Willy Preman Pensiun (Artis Nasional) mengisi Talk Show.

“Dulu saya mengejar dunia, namun ujung akhirnya ada di lapas jeruji besi. Selepas dari penjara ketika dalam perjalanan saya ditanya dan diminta untuk syuting di salah satu stasiun televisi sampai akhirnya mengisi di acara Preman Pensiun. Kuncinya hanya satu, Inung Aing, Inung Aing, Inung Aing (dalam bahasa Sunda) sampai 3x yang artinya. Ibuku. Ibuku. Ibuku. Kita ingin sukses perbaikilah hubungan kita dengan ibu atau orang tua,” ucap pria kelahiran 1989 yang dikenal dengan Dian Karyana atau Iyang Sule.

Sementara Ketua LDTQN Suryalaya Cibinong Cianjur, Aang Muhamad Thoha, SH., S.Pd., M.Ag menjelaskan berwirausaha yang Islami atau menurut perspektif ilmu tasawuf.

“Carilah kebahagiaan melalui caranya masing-masing, munculnya perjuangan itu akan lahir, ketika yang di dalam itu yang tidak tampak lahir tapi dapat dirasakan. Tasawuf itu ilmu yang mempelajari baik, buruknya kita. Dalam diri ini ada beribu-ribu potensi dan beribu-ribu penyakit, tinggal kita olah, amalkan apa yang telah diijazahkan Syekh Mursyid, agar kita menghilangkan segala pengakuan yang ada dalam diri, nantinya insyaAllah akan berkah,” demikian tutur Alumni Prodi Ilmu Tasawuf Pascasarjana IAILM Suryalaya, Ahad (19/06).

Baca juga: Datangi Ponpes Darul Falah Warga Cianjur Dapat Talqin Dzikir

Setelah pemaparan dari narasumber, dilanjutkan dengan acara yang dinanti oleh para peserta yaitu pelatihan praktik pembuatan sablon & merchandise. Para peserta semangat dan antusias saat mengikuti pelatihan. Hal ini terlihat dari aktifnya para peserta dan berhasil dalam mempraktikkan secara langsung pembuatan merchandise dan sablon. Hasil karyanya tersebut bisa dibawa langsung oleh para peserta.

Acara ini turut didukung dan dihadiri oleh LDTQN Suryalaya Cianjur, GMPS Cianjur, Ibu Bella Cianjur, Diskoperindag UMKM, Ka Disnaker, Ka Dinsos, BAZNAS Cianjur, PWI Kab. Cianjur, serta Ikhwan Akhwat TQN Suryalaya dari berbagai daerah.

Penulis: Abdul Husen (Kominfo LDTQN Suryalaya Cibinong Cianjur)

Rekomendasi