Silaturahim Lapangkan Rezeki dan Panjangkan Usia, Ini Syaratnya!

Silaturahim melapangkan rezeki, membawa berkah, dan mempererat persaudaraan

Lalu siapa yang berhak mendapatkan dua keutamaan tersebut. Nabi Saw menggambarkan bahwa silaturahim itu dilakukan kepada mereka yang hubungannya sudah putus dan jauh merenggang. Nabi Saw bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Bukanlah orang yang menyambung (silaturahim) itu adalah orang yang membalas (silaturahim dengan silaturahim dan memutus silaturahim dengan membalas juga dengan memutusnya), akan tetapi orang yang menyambung (silaturahim) adalah orang yang ketika diputus oleh persaudaraannya, maka ia menyambungnya (HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut nampak jelas, bahwa yamg dimaksud menyambung silaturahim itu bukan membalas orang yang memang menjalin silaturahim. Tetapi justru, kamu menyambung orang yang memutus hubungan silaturahim denganmu.

Baca juga: Akhlak Paling Utama Bagi Penghuni Dunia dan Akhirat

Dari sini ada tiga kelompok, pertama adalah washil, yakni orang yang menyambung hubungan silaturahim dengan orang yang telah putus hubungan. Orang ini juga selalu membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang lebih dari yang dia dapat. Inilah derajat yang paling tinggi.

Selanjutnya, kelompok kedua, disebut dengan mukafi’ yaitu membalas kebaikan yang sama seperti dilakukan orang lain terhadapnya. Seperti saling membalas kunjungan orang yang silaturahim kepadanya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi