Silaturahim Lapangkan Rezeki dan Panjangkan Usia, Ini Syaratnya!

Silaturahim melapangkan rezeki, membawa berkah, dan mempererat persaudaraan

Adapun ditangguhkannya ajal atau panjangnya umur dijelaskan oleh ulama. Pertama ada yang memahami bahwa umur tidak bisa bertambah. Sehingga makna bertambah disitu bersifat majazi, sebagaimana firman Allah Swt:

فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ

Apabila ajalnya (batas waktu) tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (Al-A’raf: 34).

Ulama memberikan jawaban bahwa yang bertambah itu adalah keberkahan umurnya, mendapat taufiq untuk menjalankan ketaatan, dan pandai memanfaatkan waktu untuk bekal akhirat. Orang tersebut juga akan selamat dan terhindar dari penyia-nyiaan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.

Baca juga: Wasiat Rasulullah Saw Kepada Abu Dzar al Ghifary

Sedangkan pendapat lain, bahwa bertambah umur itu secara hakikat artinya benar-benar bertambah angkanya. Misalnya, jika sebelumnya di lauh Mahfudz tertulis usianya 60 tahun, maka jika dia silaturahim maka bisa dipanjangkan usianya hingga 100 tahun. Sebagaimana firman Allah Swt:

يَمۡحُواْ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثۡبِتُۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ

Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (Ar-Ra’d: 39).

Pendapat selain itu, ialah bahwa orang yang mengambung silaturahim dia akan selalu dikenang baik sepeninggalnya seakan akan masih hidup terus walau sebenarnya sudah wafat.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi