Praktis dan Efektif, Training BMC Tuai Respon Positif

Siapa sih yang tidak mau bisnisnya melejit. Tapi tidak semua orang tahu bagaimana cara ke sana? Untuk itu, BMT Nasuha menggelar Training Business Model Canvas (BMC) pada Rabu (26/05/2021). Sebuah training yang diikuti khususnya oleh seluruh pengurus BMT Nasuha (Wahana Sufi Pengusaha).

“Training scale up dengan metode BMC yang diselenggarakan oleh BMT Nasuha hari ini, betul-betul melatih strategi baru, tentang bagaimana usaha saya yang bergerak di bidang Frozen Food dengan Brand ‘Rumah Bandeng’, bisa naik skala usahanya minimal 10x lipat. Berkembang untuk berada di arena Blue Ocean tanpa pesaing yang selevel, dan selalu berada di wilayah winning zone, dengan berbagai macam tools praktis yang telah diajarkan oleh trainer pelatihan,” ungkap Yasin Founder Rumah Bandeng.

Sesuai temanya “Mengenal Diri Menggapai Scale Up”, para peserta diajak untuk mengenali customer segment.

“Siapa sebenarnya pembeli ideal kita? Intinya mendalami customer, untuk scale up kita perlu kenali customer. Semakin spesifik, semakin baik” ucap Kang Odi yang bernama lengkap Rohdian Al Ahad.

Dalam pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB, peserta juga mendapat pencerahan menyangkut Value Proposition. Bagaimana sesungguhnya visi misi dalam berbisnis, sudahkah meriset calon pelanggan, kenali performa produk yang dijual, kemudahan apa yang bisa ditawarkan, masalah apa yang bisa diselesaikan oleh produk atau pelayanan kita? Apa kita sudah lakukan customization, kenali apa yang “ter-” dari produk atau layanan kita.

Tak cukup sampai hanya itu, ustadz Latif selaku Trainer juga menekankan apakah kita sudah mengaudit kompetitor. “Tidak ada pasar yang sempurna. Kita perlu mengenali competitor. Karena bisnis pada ujungnya ialah persaingan atau perang dengan competitor,” lugas Founder HATAM tersebut.

Namun, ustadz Latif memberi catatan, bahwa value proposition dan customer segment harus grounded. Grounded maksudnya terjun langsung untuk mendapatkan data yang akurat.

Baca juga: Nasuha Adakan Pelatihan Bisnis Untuk Pengurus

Untuk memudahkan peserta bagaimana BMC itu diterapkan, secara berurutan HATAM, Eringo Hatama Abadi (EHA), dan Argatech Fortuna memaparkan BMC nya masing-masing.

“Seneng bisa ikut BMC dengan Nasuha. Tools nya simple, praktis dan efektif. Bisa diterapkan untuk bisnis baru, maupun pengembangannya. Jadi lebih semangat mengembangkan bisnis media. Terima kasih Nasuha!” ujar Nugraha Ramadhan.

Respon positif juga disampaikan Hendra Yudha. Menurutnya pelatihan seperti ini harus lebih banyak diadakan. Karena dilatih bagaimana sebuah visi/konsep diterapkan menjadi teknis dan langsung bisa diterapkan.

Pelatihan yang bertujuan agar setiap pebisnis selalu berada di winning zone juga melecut semangat peserta untuk berbisnis.

“Pelatihan BMC membuat cita-cita dan imajinasi berbisnis mendekati kenyataan dengan pemetaan yang detail dan tujuan yang konkret,” tutur Imam Tamaim.

Selain itu, training BMC juga banyak memberikan tools dan gambaran bagaimana dari hulu ke hilir bisnis dijalankan. Seperti diungkap salah seorang peserta.

“Saya dapat ilmu dan sudut pandang baru bagaimana seorang Owner menjalankan usahanya. Dengan diberikannya tools BMC jadi lebih mudah mengimplementasikannya di lini bisnis sendiri,” kata Abdul Alim.

Rekomendasi