Safari Ramadhan 1437 H – Timor Leste
Menguatkan dakwah, silaturahmi, dan kerjasama umat di Dili, Timor Leste
“Tidak cocok gaya dakwah yang menggurui,” tegas alumni Internastional Islamic University Malaysia.
Sementara itu Kyai Wahfiudin mendorong agar disiapkan kader-kader yang nantinya dapat dilatih menjadi bidan dan mekanik di Indonesia. “Insya Allah akan kami sambungkan dengan berbagai jejaring kami yang berkompeten,” ujarnya penuh semangat.
Selepas diskusi di masjid An Nur, pukul 15:00 waktu setempat, Duta Besar RI di Timor Leste, M. Primanto Hendrasmoro menerima Kyai Wahfiudin di KBRI Dili. Dalam pertemuan tersebut Primanto mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kyai Wahfiudin ke Dili. Ia menjelaskan hubungan Indonesia dengan Timor Leste semakin baik.
Kerjasama yang dilakukan oleh kedua negara bukan hanya dilakukan antar pemerintahan, namun juga banyak lembaga-lembaga swasta dan sosial lainnya.
“Kehadiran Dompet Dhuafa dengan program Dai Ambassador sangat membantu kami. Bagaimanapun juga masih banyak saudara-saudara muslim di sini yang membutuhkan bimbingan,” terang dubes yang akan selesai tugas pada Juli tahun ini.
Seusai jumpa Dubes RI di Timor Leste, Kyai Wahfiudin kembali ke Masjid An Nur menyampaikan kajian lepas Ashar. Materi yang disampaikan adalah ghaflah atau lalai. Menurut Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat ini, ada 2 hal penyebab ghaflah; kurang berdzikir dan kurang berpikir.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______



