Rebut Kembali Atensimu dengan Digital Minimalism
Digital minimalism ialah gaya hidup untuk menggunakan teknologi seefisien mungkin
Dari sini, penggunaan aplikasi jadi sangat jelas dan spesifik. Makanya di sini ada aplikasi seperti browser, chat, email, e commerce, bahasa asing, peta dan transportasi.
Marissa mengaku, meski punya twitter, tapi gak ada aplikasinya di ponsel. Untuk menghindari kecanduan dan akhirnya buang waktu.
“Twitter juga saya gunakan secara spesifik, tidak ikut akun manapun karena tidak perlu. Twitter hanya untuk berbagi info tentang apa yang sedang saya kerjakan atau sharing referensi film,” imbuhnya.
Jangan Sembrono Menggunakan Teknologi
Lalu, mengapa kita perlu protektif terhadap atensi (perhatian/minat)? Karena apa yang kita lakukan, lihat atau dengar dalam keseharian sangat berpengaruh pada cara pandang dan kualitas hidup yang kita miliki. Sehingga menggunakan teknologi digital yang sembrono membuat pikiran penggunanya keruh, sulit fokus.
Penelitian mengungkap bahwa orang yang kesulitan fokus, pikirannya cenderung negatif. Berkutat pada apa yang salah dalam hidup dan melupakan apa yang sebenarnya sudah berjalan baik. Dia juga lebih sering cemas, lemah mental bahkan depresi.
“Nah, kalau sudah begini, gimana mau jadi individu yang fungsional, produktif dan tenteram ya kan?” singgungnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

